Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

67 Ribu Pendaftar Rebut Kursi Unesa, Hanya 12 Persen yang Lolos SNBT

67 Ribu Pendaftar Rebut Kursi Unesa, Hanya 12 Persen yang Lolos SNBT
Universitas Negeri Surabaya (unesa.ac.id)
Intinya Sih
  • Dari 67.952 pendaftar SNBT Unesa 2026, hanya 8.292 orang atau sekitar 12,2 persen yang berhasil lolos seleksi.
  • Sekitar 37 persen mahasiswa diterima melalui program KIP-K, dengan prodi Keperawatan menjadi yang paling ketat dengan tingkat keketatan 1,49 persen.
  • Unesa juga menerima dua mahasiswa difabel netra dan masih membuka jalur mandiri dengan 6.566 kursi tambahan bagi calon mahasiswa baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Persaingan masuk Universitas Negeri Surabaya melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 semakin ketat. Dari total 67.952 pendaftar, hanya 8.292 calon mahasiswa yang berhasil lolos seleksi atau sekitar 12,2 persen saja.

Data tersebut disampaikan Kepala Subdirektorat Admisi Unesa, Sukarmin, Senin (25/5/2026). Dari total peserta yang diterima, sebanyak 5.185 calon mahasiswa masuk melalui jalur reguler. Sementara 3.107 lainnya merupakan penerima program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

“Data tersebut menunjukkan sekitar 37 persen mahasiswa yang lolos SNBT Unesa tahun ini berasal dari kelompok penerima bantuan pendidikan,” ujar Sukarmin.

Program studi bidang kesehatan masih menjadi primadona sekaligus paling sulit ditembus. Pada jenjang sarjana (S-1), Prodi Keperawatan tercatat sebagai program paling ketat dengan tingkat keketatan hanya 1,49 persen.

Artinya, dari 100 pendaftar hanya satu hingga dua peserta yang berhasil diterima. Setelah Keperawatan, prodi paling kompetitif berikutnya ialah S-1 Fisioterapi dengan tingkat keketatan 1,54 persen dan S-1 Kedokteran Gigi sebesar 1,82 persen.

Selain itu, prodi kesehatan lain seperti Kedokteran, Kebidanan, dan Gizi juga masuk daftar 10 besar program studi dengan persaingan tertinggi di Unesa tahun ini.

Tak hanya rumpun kesehatan, sejumlah prodi nonkesehatan juga diburu pendaftar. S-1 Teknik Pertambangan, S-1 Pariwisata, dan S-1 Manajemen tercatat menjadi pilihan favorit calon mahasiswa.

Sementara pada jenjang sarjana terapan (D-4), Program Studi Administrasi Negara menjadi yang paling ketat dengan tingkat persaingan 1,8 persen. Disusul D-4 Teknik Sipil, D-4 Teknik Mesin, hingga D-4 Arsitektur Bangunan Gedung.

Minat tinggi juga terlihat pada program berbasis teknologi dan media digital. D-4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital, D-4 Manajemen Informatika, dan D-4 Produksi Media masuk dalam daftar prodi paling kompetitif tahun ini.

Di tengah tingginya persaingan SNBT, Unesa juga menerima dua calon mahasiswa difabel netra. Keduanya diterima di Program Studi S-1 Ilmu Politik dan S-1 Pendidikan Luar Biasa. “Kehadiran mahasiswa disabilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif,” kata Sukarmin.

Bagi peserta yang lolos, proses daftar ulang dijadwalkan mulai 27 Mei hingga 9 Juni 2026. Penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) akan diumumkan pada 11 Juni 2026. Sementara peserta yang belum berhasil lolos masih memiliki peluang masuk Unesa melalui jalur mandiri. Kampus tersebut masih membuka 6.566 kursi tambahan untuk penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

Share Article
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More