Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berikut Isi Tuntukan Aksi Solidaritas Andrei Yunus di Malang

Berikut Isi Tuntukan Aksi Solidaritas Andrei Yunus di Malang
Aksi solidaritas untuk Andrie Yunus oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya di Balai Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Intinya Sih
  • Ratusan massa dari berbagai aliansi di Malang menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus, aktivis KontraS yang disiram air keras oleh anggota TNI.
  • Massa menuntut agar kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus disidangkan di pengadilan sipil, bukan militer, demi mencegah impunitas aparat negara.
  • Para peserta aksi juga mendesak pemerintah mengungkap aktor intelektual di balik serangan dan menghentikan kekerasan terhadap warga sipil yang menyuarakan kritik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malang, IDN Times - Ratusan orang yang menamakan diri Komite Gelap (Gerakan 8 April) melakukan aksi solidaritas untuk Wakil Koordinator Bidang Eksternal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh anggota TNI. Massa aksi ini terdiri dari Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Aksi Kamisan Malang, serta berbagai serikat dan aliansi di Malang.

1. Massa aksi menuntut kasus Andrie Yunus disidangkan di pengadilan sipil

20260408_162248(2).jpg
Presiden Eksekutif Mahasiswa UB, Muhammad Azhar Zidane. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Presiden Eksekutif Mahasiswa UB, Muhammad Azhar Zidane menjelaskan jika aksi ini bersamaan dengan aksi yang sama digelar di Jakarta pada hari ini. Aksi ini bertujuan untuk mengawal Mahkamah Konstitusi (MK) agar mendorong peradilan untuk para pelaku dilaksanakan di pengadilan sipil. Ia merasa keberatan jika peradilan pada para pelaku dilaksanakan di pengadilan militer hanya karena mereka anggota militer, padahal korbannya ada warga sipil.

"Topiknya yakni adalah kawan kami, Andrei Yunus, yang menjadi teror negara, yang menjadi korban bahkan dari percobaan pembunuhan negara dan secara eksplisit oleh tentara. Jangan sampai kasus Andrie Yunus dibawa ke peradilan militer, harus di peradilan umum. Karena kami memandang dari preseden-preseden sebelumnya, jika sebuah kasus pelanggaran HAM dibawa ke peradilan militer, itu hanya menjadi sebuah wadah untuk impunitas aparat negara," terangnya.

2. Massa aksi menuntut agar aktor intelektualnya diungkap

20260408_160311.jpg
Aksi solidaritas untuk Andrie Yunus oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya di Balai Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Azhar juga mengungkapkan kalau mereka menuntut agar pemerintah juga mengusut siapa aktor intelektual di balik penyerangan pada Andrie Yunus. Menurutnya para pelaku ini hanyalah prajurit yang pastinya mengikuti instruksi atasannya, tidak mungkin bekerja sendirian.

"Masyarakat Malang dan masyarakat Jawa Timur tidak hanya mengatasnamakan mahasiswa-mahasiswa, namun keseluruhan melebur menjadi satu sebagai masyarakat. Kita bersama-sama menyampaikan bahwa kita ingin kasus Andry Yunus diselesaikan secara tuntas," ujarnya.

3. Massa aksi juga menuntut agar tidak ada lagi penyerangan pada warga sipil oleh negara

20260408_160956.jpg
Aksi solidaritas untuk Andrie Yunus oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya di Balai Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, ia juga menuntut pada pemerintah agar tidak lagi melakukan praktik penyerangan pada warga sipil untuk membungkam kritik. Menurutnya mungkin hari ini Andrie Yunus, tapi setelahnya bisa jadi dirinya dan lainnya.

"Kami tidak ingin kasus Andrie Yunus terjadi lagi setelahnya, mungkin kepada saya, mungkin kepada kawan-kawan, mungkin bahkan kepada kita semuanya. Akhirnya kita bisa menyadari bahwa ada kemungkinan negara bertindak represif kepada masyarakatnya," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More