Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Inflasi Jatim Melonjak 3,49 Persen, Dipicu Cabai hingga Tiket Pesawat

Inflasi Jatim Melonjak 3,49 Persen, Dipicu Cabai hingga Tiket Pesawat
ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Imajiku Stock)
Intinya Sih
  • Inflasi tahunan Jawa Timur pada Mei 2026 mencapai 3,49 persen, naik signifikan dibanding tahun lalu yang hanya 1,22 persen menurut data BPS Jatim.
  • Kenaikan harga komoditas seperti cabai rawit, beras, daging ayam ras, minyak goreng, emas perhiasan, dan tiket pesawat menjadi pemicu utama lonjakan inflasi.
  • Seluruh daerah di Jatim alami inflasi, dengan Sumenep mencatat tertinggi 5,12 persen dan Tulungagung terendah 2,84 persen; menunjukkan tren peningkatan tajam dua tahun terakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Laju inflasi Jawa Timur (Jatim) kembali menguat pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) mencapai 3,49 persen, melonjak jauh dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 1,22 persen.

Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati mengatakan, kenaikan inflasi dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah kebutuhan masyarakat, terutama komoditas pangan, transportasi, hingga perawatan pribadi. Pada Mei 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jatim tercatat sebesar 111,83, lebih tinggi dibandingkan Mei 2025 yang berada di level 108,06.

"Pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 3,49 persen. Sementara inflasi bulanan atau month to month sebesar 0,28 persen dan inflasi tahun kalender atau year to date sebesar 1,43 persen," ujar Herum, Rabu (3/6/2026).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kenaikan mencapai 5,67 persen. Di posisi berikutnya terdapat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 10,65 persen serta kelompok transportasi yang meningkat 3,30 persen.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi pemicu utama lonjakan inflasi di Jatim. Mulai dari emas perhiasan, tarif angkutan udara, cabai rawit, beras, daging ayam ras, minyak goreng, daging sapi, cabai merah hingga rokok kretek mesin.

Menurut Herum, kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sementara pada kelompok pangan, gejolak harga cabai rawit, beras, daging ayam ras, dan minyak goreng memberikan andil besar terhadap kenaikan inflasi tahunan.

"Di sektor transportasi, tarif angkutan udara menjadi komoditas dengan andil terbesar. Kenaikan harga tiket pesawat turut mendorong inflasi kelompok transportasi yang mencapai 3,30 persen secara tahunan," jelasnya.

BPS juga mencatat seluruh daerah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim mengalami inflasi pada Mei 2026. Kabupaten Sumenep menjadi daerah dengan inflasi tertinggi, yakni mencapai 5,12 persen dengan IHK sebesar 116,18. Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Tulungagung sebesar 2,84 persen dengan IHK 112,29.

Jika dibandingkan dengan dua tahun terakhir, laju inflasi Jatim pada Mei 2026 menunjukkan tren peningkatan yang cukup tajam. Pada Mei 2024 inflasi tercatat sebesar 2,83 persen, kemudian turun menjadi 1,22 persen pada Mei 2025, sebelum kembali melonjak ke level 3,49 persen tahun ini.

Share Article
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More