Wisatawan Masih Abai, 3 Ton Lebih Sampah Kotori Gunung Bromo

- BB TNBTS bersama masyarakat Tengger menggelar kerja bakti pasca Yadnya Kasada 2026 dan berhasil mengumpulkan total 3.688 kilogram sampah dari berbagai titik di kawasan Gunung Bromo.
- Sampah yang terkumpul didominasi plastik bekas bungkus makanan, kemudian diangkut menggunakan tiga truk menuju Tempat Pemrosesan Akhir Kabupaten Probolinggo untuk penanganan lanjutan.
- Kepala BB TNBTS mengimbau wisatawan serta pelaku wisata agar lebih peduli menjaga kebersihan dan membawa pulang sampah demi kelestarian kawasan Bromo-Tengger-Semeru.
Malang, IDN Times - Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama masyarakat Tengger dan berbagai unsur terkait melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan sampah pasca pelaksanaan Ritual Upacara Yadnya Kasada Tahun 2026 pada Selasa (2/6/2026) lalu. Hasilnya, lebih dari 3 ton sampah masih ditemukan, menunjukkan masih abainya wisatawan pada kebersihan wisata alam.
1. BB TNBTS dan masyarakat Tengger mengumpulkan 3.688 kilogram sampah di Gunung Bromo

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha menceritakan jika kegiatan pembersihan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri atas masyarakat Tengger, pegawai BB TNBTS, perangkat desa sekitar Bromo, siswa dan guru sekolah, serta para pelaku jasa wisata. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan TNBTS setelah berlangsungnya ritual upacara adat Yadnya Kasada.
"Pembersihan dilakukan di beberapa lokasi utama kawasan Bromo sehingga berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 3.038 kilogram dari kawasan Gunung Bromo yang meliputi Pura Luhur Poten, area parkir Jeep, tangga Bromo, dan puncak Bromo. Sementara dari kawasan Bungkah Widodaren dan sekitarnya terkumpul sebanyak 270 kilogram sampah. Kemudian dari kawasan Jemplang, Watu Gede, dan Pengol terkumpul sebanyak 380 kilogram sampah. Jadi secara keseluruhan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 3.688 kilogram," terangnya pada Kamis (4/6/2026).
2. Sampah yang ditemukan didominasi sampah plastik sisa bungkus makanan

Rudijanta menjelaskan kalau sampah yang terkumpul terdiri dari sampah plastik, kardus, kayu, bambu, cangkang kelapa bekas minuman, sisa sayuran, sisa makanan, serta botol kaca. Sampah-sampah tersebut lalu dikumpulkan menggunakan trash bag, kantong plastik, dan karung sebelum diangkut ke lokasi pengolahan.
"Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo yang membantu menyediakan 3 unit truk pengangkut sampah. Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dibawa menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Probolinggo untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya.
3. BB TNBTS minta masyarakat lebih peduli pada lingkungan di kawasan Bromo-Tengger-Semeru

Lebih lanjut, Rudijanta meminta pada wisatawan dan masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan terutama di kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Ia mengajak wisatawan, pelaku wisata, dan masyarakat untuk membawa pulang sampahnya.
"Kami mengajak seluruh pengunjung dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan kawasan serta mematuhi ketentuan yang berlaku. Ini demi keberlanjutan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," pungkasnya.

















