Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ratusan Mahasiswa UB Padati Balkot Malang Tuntut Keadilan Andrie Yunus

Ratusan Mahasiswa UB Padati Balkot Malang Tuntut Keadilan Andrie Yunus
Aksi solidaritas untuk Andrie Yunus oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya di Balai Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Intinya Sih
  • Ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya menggelar aksi di Balai Kota dan DPRD Malang menuntut keadilan bagi Andrie Yunus, korban penyiraman air keras oleh anggota TNI.
  • Massa mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka atas matinya demokrasi dan mendesak agar kasus Andrie Yunus disidangkan di pengadilan umum, bukan peradilan militer.
  • Para demonstran juga meminta pemerintah serta aparat hukum mengungkap aktor intelektual di balik penyerangan dan menyoroti perbedaan keterangan antara polisi dan militer terkait jumlah pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malang, IDN Times - Ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam Amarah Brawijaya berbondong-bondong melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota Malang dan Kantor DPRD Kota Malang pada Rabu (8/4/2026). Massa terpantau mulai memadati sekitar Jalan Tugu, Kota Malang sejak pukul 15.00 WIB dan hingga saat ini aksi masih terus berjalan.

Para massa aksi juga mengenakan pakaian hitam-hitam sebagai bentuk duka pada matinya demokrasi di Indonesia. Terbukti dengan aksi penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Bidang Eksternal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, oleh anggota TNI. Mereka menuntut keadilan untuk Andrie Yunus ditegakkan dan para pelaku disidang di pengadilan sipil.

"Andrie Yunu jelas mengalami percobaan pembunuhan oleh militer. Jadi kasus ini jangan dibawa ke peradilan militer, karena peradilan militer hanya alat untuk mendapatkan imunitas dari kasus pelanggaran ham. Kalau dibawa ke peradilan militer, 90npersen para pelaku alan mendapatkan imunitas. Harusnya dibawa ke peradilan umum," terang salah satu massa aksi, Fajar.

Fajar juga menjelaskan jika aksi ini juga menuntut pemerintah dan penegak hukum untuk mengungkap siapa aktor intelektual dalam penyerangan Andrie Yunus. Jangan sampai kasus ini berakhir tanpa konklusi seperti kasus-kasus pelanggaran HAM sebelumnya.

"Jangan sampai kasus ini jadi kasus konflik dalam tubuh negara itu sendiri. Polisi mengatakan di CCTV ada 2 orang, tapi sore harinya militer bilang ada 4 orang pelaku melalui konferensi pers. Pada hari yang sama ada perbedaan pernyataan dari 2 instansi ini," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More