Pendaki Ilegal Gunung Semeru Dievakuasi Hari ini

- Seorang pendaki bernama Cakra mengalami kecelakaan di jalur ilegal Gunung Semeru dan proses evakuasi memasuki hari kedua oleh tim Basarnas Surabaya.
- Kondisi Cakra mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki kanan sehingga tidak bisa berjalan sendiri, sementara tim SAR menyiapkan metode Hauling System untuk evakuasi.
- Hingga berita diterbitkan, evakuasi belum dilakukan karena tim masih menunggu tambahan personel dan peralatan dari SAR Surabaya di jalur pendakian.
Malang, IDN Times - Seorang pendaki bernama Cakra (18) yang mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal jalur Candi Jawar Purbakala Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Saat ini memasuki hari kedua proses evakuasi oleh Basarnas Surabaya.
1. Sempat gagal dievakuasi, pendaki ditargetkan turun hari ini

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengatakan bahwa sebelumnya ada 1 tim rescue dari Unit Siaga SAR Malang telah dikerahkan pada Selasa malam untuk melakukan proses evakuasi korban. Kemudian hari ini tim tambahan diberangkatkan untuk mendukung tim SAR gabungan dengan membawa tambahan peralatan High Angle Rescue Technique (HART) serta starlink untuk mempermudah komunikasi antar personil.
Ia menjelaskan bahwa dari posko awal, tim dapat mengakses lokasi dropping dengan menggunakan mobil. Lalu hari ini (04/06/2026) tim memulai pendakian dari titik dropping menuju lokasi evakuasi yang akan membutuhkan waktu selama delapan jam. "Kondisi jalur pendakian yang harus dilalui medannya terjal dan banyak jurang yang curam sehingga selain jarak yang jauh, tim juga harus berhati hati saat naik ke lokasi evakuasi korban," terangnya.
Ia menambahkan perjalanan menuju tebing kemarin malam terpaksa dihentikan karena keterbatasan visibility. Ia menjelaskan bahwa pandangan tertutup kabut saat malam sehingga beresiko tinggi bila perjalanan dilanjutkan
2. Kondisi korban tidak memungkinkan untuk berjalan sendiri

Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Malang, Imam Nahrowi menjelaskan jika saat ini kondisi survivor mengalami pembengkakan pada ankle kaki kanan. Tiga warga dan dua rekan Cakra yang turut mendaki bersamanya telah berhasil mendekati Cakra di jurang dengan kedalaman 300 meter itu dengan cara mencari jalur menuju ke lokasinya.
"Jadi posisi yang ada di bawah itu sekarang ada enam orang dan tim SAR gabungan yang ada di atas tebing kurang lebih ada 30 orang menunggu peralatan dari tim yang naik tadi pagi selanjutnya rencana evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan metode Hauling System," jelasnya.
3. Hingga saat ini, Cakra belum bisa dievakuasi

Lebih lanjut, Imam menyampaikan jika saat ini pihaknya belum bisa melakukan evakuasi kepada Cakra. Mereka masih menunggu tim tambahan dari SAR Surabaya.
"Hingga berita ini diterbitkan, tim tambahan masih dalam perjalanan di jalur pendakian menuju lokasi evakuasi survivor. Kita akan menunggu agar ada tambahan personil untuk evakuasi," pungkasnya.

















