Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Spanduk Tolak Pembangunan Gereja Muncul di Citraland Surabaya

Kota Surabaya
Spanduk Tolak Pembangunan Gereja Muncul di Citraland Surabaya
Spanduk penolakan pembangunan gereja di Citraland Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Tiga spanduk penolakan pembangunan gereja terpasang di proyek CitraLand Surabaya, menuntut penyelesaian izin dan persetujuan warga RW 05, terutama RT 01 DK Kukun.
  • Saat dipantau, proyek tidak memiliki aktivitas pekerjaan meski alat berat berada di lokasi. Petugas keamanan menyebut spanduk sudah ada sejak Senin, 10 Agustus 2026.
  • Manajemen CitraLand menyatakan polemik sedang ditangani pemerintah dan pihak berwenang, serta mendukung penyelesaian melalui dialog sesuai ketentuan hukum dan kerukunan beragama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Spanduk bertuliskan penolakan pembangunan gereja muncul di sebuah proyek bangunan di kawasan perumahan elit CitraLand Surabaya. Penolakan tersebut diduga karena proses pembangunan gereja belum memenuhi perizinan.

Pantauan IDN Times, setidaknya ada tiga spanduk yang terpasang di pagar seng proyek. Ketiganya berisi tuntutan agar pihak gereja segera menyelesaikan proses perizinan.

"Kami seluruh muslim warga RW 05, terkhusus RT 01 RW 05 DK Kukun, untuk menjaga kerukunan umat beragama. Pembangunan gereja ini belum ada kesepakatan/persetujuan dari warga. Mohon diselesaikan dulu," demikian isi salah satu spanduk.

"Jangan tuduh warga intoleran!!! Gereja ini bangunan tanpa izin warga DK Kukun RT 01 RW 05 yang masih wilayah kami," bunyi spanduk lainnya.

Sementara spanduk ketiga bertuliskan, "Kami warga sepakat, mohon diselesaikan dulu. Bila tidak ditindaklanjuti sama pihak gereja, jangan salahkan kami bila stop pembangunan."

Proyek tersebut tampak sedang tidak ada aktivitas pekerjaan. Namun, sejumlah alat berat masih terlihat berada di dalam area proyek.

Salah seorang petugas kebersihan bernama Via mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan spanduk tersebut dipasang. Namun, ia memastikan spanduk itu sudah terpasang sejak Senin (10/8/2026).

"Saya kurang tahu, tapi hari Senin sudah ada. Gak tahu (siapa yang pasang)," ungkapnya.

Sementara itu, City Manager CitraLand Surabaya Maria Nancy Rosalina membenarkan adanya polemik terkait penolakan tersebut. Persoalan itu, kata dia, telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Surabaya.

"Manajemen CitraLand mengetahui adanya dinamika terkait rencana pembangunan rumah ibadah di kawasan CitraLand Utara. Saat ini persoalan tersebut sedang ditangani oleh pihak-pihak terkait dan instansi pemerintah yang berwenang," ujarnya kepada IDN Times.

CitraLand juga menyatakan menghormati kebebasan beragama dan kerukunan masyarakat. Pihaknya menghormati setiap proses yang sedang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami mendukung penyelesaian melalui dialog yang baik untuk kedua belah pihak, sehingga ke depan pembangunan bisa lancar berjalan," pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More