Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pakar ITS Ingatkan Risiko Pohon Tumbang saat Pergantian Musim

Kota Surabaya
2 min read
Pakar ITS Ingatkan Risiko Pohon Tumbang saat Pergantian Musim
ilustrasi pohon tumbang di jalan (pexels.com/Jimmy Liao)
  • Pakar ITS Amien Widodo mengingatkan risiko pohon perkotaan tumbang saat pergantian musim dan angin kencang, yang dapat memicu kerusakan material hingga korban jiwa.

  • Risiko tumbang dipengaruhi akar terganggu, lahan sempit, tanah tertutup atau padat, pekerjaan utilitas, drainase buruk, serta batang dan cabang yang keropos.

  • Pohon perlu diperiksa dan dipantau berkala sebelum angin kencang terjadi; masyarakat diminta melaporkan pohon berbahaya, sementara pemerintah menindaklanjuti laporan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pakar mitigasi bencana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Ir Amien Widodo MSi mengingatkan tentang risiko musim angin kencang akibat adanya pergantian musim. Hal yang patut diantisipasi yakni terjadinya pohon tumbang.

Prof Amien mengatakan, pohon perkotaan yang berada di pinggir jalan, taman, perkantoran, hingga sekolah memiliki risiko tumbang ketika diterpa angin kencang. Terlebih, pohon tersebut umumnya sengaja ditanam pada ruang tumbuh yang terbatas dan berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

Kondisi pohon perkotaan perlu mendapatkan pemeriksaan dan pemantauan secara berkala layaknya bangunan. Hal tersebut penting karena pohon tumbang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian material, hingga korban jiwa. “Pemeriksaan pohon perlu dilakukan mulai sekarang sebelum angin kencang menumbangkannya,” ujarnya mengingatkan.

Amien menerangkan, tumbangnya pohon perkotaan merupakan kombinasi sejumlah faktor, mulai dari kondisi akar, kualitas tanah, kesehatan pohon, hingga intervensi manusia. Sistem akar sebagai penopang pohon dapat terganggu akibat keterbatasan lahan serta permukaan tanah yang tertutup aspal, beton, atau paving block.

Selain itu, lanjut Amien, pekerjaan utilitas bawah tanah seperti pemasangan kabel, pipa air, dan drainase berpotensi memotong akar penopang utama. Kondisi drainase yang buruk juga dapat menyebabkan genangan berkepanjangan yang memicu pembusukan akar akibat adanya infeksi jamur.

Faktor lainnya berasal dari kondisi tanah perkotaan yang mengalami pemadatan akibat aktivitas kendaraan dan pejalan kaki. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah, sehingga menghambat masuknya oksigen dan air. “Akibatnya, pertumbuhan akar dapat menjadi dangkal dan mengurangi daya cengkeram pohon terhadap tanah,” ungkap Amien.

Ia menambahkan, pemeriksaan juga perlu memperhatikan kesehatan serta struktur batang dan cabang. Batang yang keropos akibat pelapukan, serangan rayap, atau infeksi jamur dapat mengalami penurunan kekuatan. Luka akibat benturan kendaraan dan pengerjaan proyek juga dapat menjadi pintu masuk mikroorganisme perusak kayu.

Mengingat jumlah pohon di perkotaan yang banyak, Amien menyampaikan pesan kepada Masyarakat luas. “Masyarakat harus aktif melaporkan pohon yang dinilai membahayakan di sekitar tempat tinggalnya, sedangkan pemerintah perlu menindaklanjuti laporan tersebut sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More