Konvoi Lalu Keroyok Dua Pedagang di Surabaya, 5 Pemuda Dibekuk

- Lima pemuda di Surabaya ditangkap setelah melakukan pengeroyokan terhadap dua pedagang di Jalan Mulyosari usai konvoi dan pesta minuman keras.
- Peristiwa bermula dari aksi konvoi mabuk yang menggeber kendaraan hingga membuat dua pedagang keluar melihat situasi, lalu pelaku merasa tersinggung.
- Korban dianiaya menggunakan batu dan knalpot hingga luka-luka, kini sudah menjalani perawatan jalan sementara polisi masih memburu pelaku lain.
Surabaya, IDN Times - Sebanyak lima orang pemuda di Surabaya dibekuk usai melakukan pengeroyokan terhadap dua pedagang di Jalan Mulyosari Nomor 240, Surabaya pada Minggu (31/5/2026). Sebelum melakukan pengeroyokan mereka konvoi keliling Surabaya.
Lima pelaku itu adalah EH (23), YBN (25) AMF (21), BTW (26), IB (20). Serta masih ada pelaku dalam pengejaran polisi.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan, peristiwa kekerasan ini bermula ketika sekelompok pemuda berkumpul di kawasan Jembatan Merah Plaza (JMP). Mereka kemudian membeli minuman keras (miras) untuk berpesta. "Sekitar pukul 02.00 WIB, kelompok ini melakukan konvoi kendaraan menuju ke arah Jalan Mulyosari," ujar Luthfie.
Sampai di Mulyosari, pelaku yang sedang dalam kondisi mabuk ini sengaja menggeber-geber kendaraan. Padahal saat itu banyak masyarakat sedang tidur.
Suara bising tersebut memicu rasa penasaran dua orang pedagang yang tengah beristirahat di mes setempat. Dua pedagang itu keluar untuk melihat situasi. "Namun kemudian yang mengendarai kendaraan merasa tersinggung karena ada orang yang melihat," ungkap Luthfie.
Para pelaku kemudian menganiaya korban dengan membabi buta. Mereka mengeroyok memukul korban dengan batu, hingga memukul korban dengan knalpot. "Knalpot dari salah satu kendaraan yang mereka pakai yang kebetulan terlepas karena di geber-geber itu itu digunakan juga sebagai alat untuk menganiaya korban," jelas dia.
Akibat penganiayan ini, korban mengalami sejumlah luka. Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan. "Alhamdulillah saat ini sudah menjalani rawat jalan," pungkas dia


















