Mendaki Semeru via Jalur Ilegal, 1 Orang Dilaporkan Terperosok Jurang

- Seorang pendaki bernama Cakra (18) terperosok ke jurang saat mendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
- Basarnas menerima laporan pada malam hari dan segera mengirim tim penyelamat; korban ditemukan selamat namun mengalami luka cukup parah akibat dislokasi.
- Proses evakuasi masih berlangsung karena medan menuju lokasi sangat ekstrem dan memerlukan waktu tempuh sekitar delapan jam dari posko.
Malang, IDN Times - Seorang pendaki Gunung Semeru dilaporkan mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian. Diketahui korban mengalami kecelakaan saat mendaki melewati jalur ilegal di wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
1. Basarnas melaporkan jika korban sempat dilaporkan hilang usai terperosok ke dalam jurangb

Humas Basarnas Surabaya, Novita Normala membenarkan jika ada 1 orang pendaki atas nama Cakra (18) dilaporkan mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Semeru lewat jalur ilegal di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Diketahui jika korban terperosok di jurang pendakian Gunung Semeru pada Selasa (02/06/2026) sore.
"Kami mendapatkan laporan pada Selasa sekitar pukul 22.55 WIB, satu tim rescue Unit Siaga SAR Malang diberangkatkan menuju ke Pendakian Semeru di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Tim tiba di sekitar posko pada Rabu (03/06/2026) sekitar pukul 04.00 WIB dan selanjutnya melakukaan koordinasi dengan instansi terkait dan potensi SAR yang telah ada di lokasi," terangnya.
2. Korban sempat hilang, akhirnya berhasil ditemukan selamatp

Novita mengungkapkan jika saat terperosok ke dalam jurang, tim Basarnas sempat melakukan pencarian keberadaan korban. Untungnya, korban berhasil ditemukan selamat, tapi ia mengalami luka cukup parah.
"Diketahui bahwa sudah ada 2 tim yang berangkat menuju lokasi survivor. Kondisi survivor menurut informasi terakhir yang di laporkan, yakni survivor mengalami dislokasi dan memerlukan bantuan evakuasi karena medan yang sulit," bebernya.
3. Korban bekum bisa dievakuasi karena medan yang ekstremi

Lebih lanjut, Novi menyampaikan kalau Tim evakuasi tambahakan telah diberangkatkan pukul 07.00 WIB setelah briefing. Estimasi perjalanan dari posko menuju lokasi survivor membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam.
"Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi survivor oleh tim SAR gabungan masih berlangsung. Pasalnya melihat kondisi survivor dan medan lapangan yang ekstrem," pungkasnya.


















