Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BBM Nonsubsidi Naik, Mobil Listrik Ketiban Rejeki Nomplok

BBM Nonsubsidi Naik, Mobil Listrik Ketiban Rejeki Nomplok
Pameran mobil listrik Indomobil di Pakuwan Mall Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya Sih
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi di Jatim memicu lonjakan minat masyarakat terhadap mobil listrik karena dianggap lebih hemat dan efisien dalam biaya operasional.
  • Penjualan mobil listrik di Jatim meningkat hingga 3,8 kali lipat pada awal 2026, dengan Surabaya mencatat kenaikan lebih dari empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
  • Infrastruktur SPKLU di Jatim kini mencapai lebih dari 300 titik, mendorong kepercayaan pengguna kendaraan listrik dan mendukung target penjualan Indomobil sekitar 200 unit selama pameran EVperience.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai memicu pergeseran tren kendaraan di Jawa Timur (Jatim). Mobil listrik kini makin dilirik masyarakat karena dianggap lebih hemat di tengah biaya operasional kendaraan konvensional yang terus membengkak.

Fenomena itu terlihat dari lonjakan penjualan kendaraan listrik di Jatim sepanjang awal 2026. Indomobil Dealers Group mencatat pertumbuhan mobil listrik di Jatim naik hingga 3,8 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan di Surabaya, kenaikannya disebut tembus lebih dari empat kali lipat.

CEO Indomobil Dealers Group, Santiko Wardoyo mengatakan kenaikan tersebut tidak lepas dari makin tingginya biaya penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), termasuk harga BBM nonsubsidi yang terus naik.

“Apapun faktanya, mobil listrik itu terbukti lebih hemat dan lebih ekonomis,” ujar Santiko di sela pembukaan INDOMOBIL Expo EVperience di Pakuwon Mall Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, efisiensi kendaraan listrik tidak hanya terasa dari biaya pengisian daya, tetapi juga dari biaya perawatan kendaraan yang jauh lebih murah dibanding mobil konvensional. “Tidak ada oli. Oli sekarang juga harganya naik. Kemudian servis after sales-nya juga lebih ringan,” katanya.

Santiko menyebut masyarakat di daerah sebelumnya masih ragu beralih ke mobil listrik karena faktor infrastruktur dan rasa percaya diri penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan jauh. Namun kondisi itu mulai berubah seiring bertambahnya fasilitas pengisian daya.

“Lebaran kemarin saja pemakaian SPKLU naik sampai tiga sampai empat kali,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jatim sudah mencapai lebih dari 300 titik dan terus bertambah. Infrastruktur tersebut dinilai mulai mendorong masyarakat makin percaya menggunakan kendaraan listrik untuk mobilitas harian.

Berdasarkan catatan Indomobil, total populasi mobil listrik di Jatim saat ini mencapai sekitar 2.500 unit. Angka itu diperkirakan terus meningkat hingga akhir tahun. “Kalau saya lihat sekarang, saya lebih optimistis. Dengan situasi sekarang, pertumbuhannya bisa sampai dua kali lipat,” tegas Santiko.

Momentum itu juga dimanfaatkan Indomobil melalui gelaran INDOMOBIL Expo EVperience yang berlangsung di Pakuwon Mall Surabaya pada 19–24 Mei 2026. Pameran tersebut menghadirkan berbagai merek kendaraan listrik global mulai Citroën, GAC AION, Volkswagen, Maxus hingga Indomobil eMotor.

Selama sepekan pameran berlangsung, Indomobil membidik penjualan sekitar 200 unit kendaraan listrik. “Target selama pameran ini sekitar 200 unit,” kata Santiko.

Ia menambahkan seluruh unit kendaraan listrik yang dipasarkan selama pameran dipastikan tersedia tanpa inden panjang karena sebagian besar sudah diproduksi di Indonesia. “Kita siapin unitnya. Tidak inden-inden,” pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More