Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pergi Jauh demi Pulang Lebih Kuat, Cerita Alumni SMK Kerja ke Luar Negeri

Pergi Jauh demi Pulang Lebih Kuat, Cerita Alumni SMK Kerja ke Luar Negeri
Pelepesan alumni SMK kerja ke luar negeri. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya Sih
  • Naila Eka Surgani, lulusan SMK Pelayaran Kristen Tuban, bersiap bekerja di Jepang untuk mengumpulkan modal membuka usaha di Indonesia setelah mengikuti pelatihan bahasa dan asesmen ketat.

  • Sebanyak 3.000 lulusan SMK dari 411 sekolah di Indonesia, termasuk 1.067 dari Jawa Timur, dilepas untuk bekerja ke berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Jerman.

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan program kerja luar negeri ini sebagai upaya meningkatkan daya saing global lulusan SMK melalui pelatihan bahasa asing dan keterampilan internasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Naila Eka Surgani (18) duduk tegap di antara ribuan siswa berseragam putih hitam di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026). Sesekali tangannya menggenggam bendera merah putih kecil yang dibagikan panitia. Wajahnya terlihat tenang, meski beberapa bulan lagi hidupnya akan berubah total.

Hari itu, alumni SMK Pelayaran Kristen Tuban tersebut menjadi satu dari ribuan lulusan SMK yang dilepas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa untuk bekerja ke luar negeri.

Namun bagi Naila, pergi ke Jepang bukan soal ikut tren “kabur aja dulu” yang ramai di media sosial. Ia justru sudah menyiapkan rencana pulang sejak awal. “Cari modal di Jepang, pulang ke Indonesia bakal buka usaha,” ujarnya mantap.

Perempuan yang baru lulus tahun ini itu akan bekerja di perkebunan buah dan sayur di Jepang. Sebelum dinyatakan lolos, ia harus menjalani kursus bahasa Jepang selama tiga hingga enam bulan, tes psikologi hingga asesmen fisik.

“Dari sekolah sudah dikasih gambaran kerja di sana,” katanya.

Naila merupakan siswi jurusan Nautika Kapal Niaga. Dari 36 siswa seangkatannya, sekitar 25 orang diterima bekerja di Jepang. Menurutnya, keluarga mendukung penuh keputusannya merantau ke luar negeri. “Saya anak pertama dari dua bersaudara,” katanya.

Meski akan hidup jauh dari rumah, Naila mengaku tidak takut. Ia bahkan sudah membayangkan kehidupan barunya nanti di Jepang, termasuk tinggal di apartemen yang disiapkan perusahaan. Rencananya, ia akan berangkat pada Desember mendatang setelah seluruh dokumen dan pelatihan selesai. “Minimal tiga tahun di sana,” ucapnya.

Dengan penghasilan sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan, Naila berharap bisa mengumpulkan modal untuk membuka usaha saat kembali ke Indonesia nanti.

Di sudut lain ruangan, Asyifa, alumni SMKN Tulungagung berusia 20 tahun juga tengah bersiap memulai hidup baru di Korea Selatan. Ia akan bekerja di sektor manufaktur setelah menyelesaikan pelatihan bahasa Korea.

“Awalnya susah, tapi sekarang sudah mulai terbiasa,” katanya sambil tersenyum.

Hari itu, sebanyak 3000 lulusan SMK dari 411 sekolah di Indonesia bakal berangkat berangkat ke luar negeri. Khusus Jatim, rinciannya ada sebanyak 1.067 lulusan dari 115 SMK di Jatim. Mereka akan berangkat ke Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Arab Saudi, Dubai, Turki hingga Jerman.

Di dalam gedung, spanduk negara tujuan tergantung besar di setiap sisi balkon. Jepang, Korea Selatan, Australia hingga Jerman seolah menjadi simbol baru mimpi anak-anak SMK Jatim.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden agar lulusan SMK benar-benar siap masuk dunia kerja, termasuk pasar internasional. “Ini merupakan realisasi arahan presiden agar lulusan SMK bisa langsung ke dunia kerja,” ungkapnya.

Menurut Mu’ti, pemerintah kini memperkuat pelatihan bahasa asing dan pendidikan keterampilan agar lulusan SMK memiliki daya saing global. “Kami beri pelatihan bahasa agar bisa bekerja di luar negeri dengan kemampuan bahasa asing negara tujuan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta para siswa yang bekerja di luar negeri tidak melupakan Indonesia. Dalam acara pelepasan, Khofifah bahkan mengajak ribuan peserta menyanyikan lagu Tanah Airku sambil mengibarkan bendera merah putih.

Suasana mendadak haru. Ribuan siswa ikut bernyanyi bersama sebelum meninggalkan kampung halaman menuju negara tujuan masing-masing. Di tengah gegap gempita pelepasan itu, Naila hanya punya satu tujuan sederhana, pergi untuk kembali. “Saya pengin sukses, tapi tetap pulang ke Indonesia,” pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More