Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ditinggal Pergi Haji, Eri Cahyadi Kasih PR Ini ke OPD Surabaya

Ditinggal Pergi Haji, Eri Cahyadi Kasih PR Ini ke OPD Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berangkat haji selama dua minggu dan menunjuk Wakil Wali Kota Armuji sebagai pelaksana harian agar layanan publik tetap berjalan normal.
  • Eri memberi tugas kepada OPD untuk menindaklanjuti aduan warga melalui hotline Lapor Cak Eri maksimal dalam waktu 1x24 jam selama dirinya menunaikan ibadah haji.
  • Selain itu, ia meminta program satu RW satu tenaga kesehatan serta program 1 ASN 1 RW terus dijalankan agar pelayanan masyarakat di tingkat RW semakin efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Wali Kota Surabaya meninggalkan Surabaya untuk melaksanakan Ibadah Haji mulai hari ini, Selasa (19/5/2026). Selama dua meninggalkan Surabaya, Eri Cahyadi menitipkan pekerjaan rumah (PR) kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Eri mengatakan, kepimpinan Kota Surabaya sementara ada di bawah kendali Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji sebagai pelaksana harian (Plh). Ia memastikan seluruh layanan di Kota Surabaya tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Bagaimana pelayanan publik kita cepat atau tidak? Karena itu tadi saya. Saya bermimpi, bukan bermimpi dan harus terwujud. Surabaya bukan tergantung dari wali kotanya," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menyebut sudah memberikan pengarahan menyeluruh ke jajaran sebelum berangkat. Dia juga menitipkan beberapa hal kepada jajarannya.

Salah satu tugas yang dibebankan kepada OPD selama dia pergi haji adalah menyelesaikan aduan warga yang masuk ke hotline Lapor Cak Eri. Ia meminta agar aduan tersebut diselesaikannya selama 1X24 jam.

"Keluhan masyarakat (ditindaklanjuti ) tidak boleh lebih, tetap harus tetap 1 kali 24 jam," ujarnya

Selain hotline, dia juga menitip kepada OPD agar program lain berjalan maksimal, salah satunya satunya program satu RW satu tenaga kesehatan (nakes "Harus sudah bisa berjalan ketika saya pulang haji," tutur dia.

Kemudian juga program 1 ASN 1 RW, dia berharap agar program ini terus berjalan efektif. ASN diharapkan bisa membantu penyelesaian masalah masyarakat secara langsung di tingkat RW.

"Maka keberhasilan kepala dinas ini adalah ketika hotline yang masuk di saya itu semakin sedikit terkait dengan pelayanan publik. Maka harusnya berhenti di RW," pungkas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More