Hilang Dua Hari, Nelayan Sampang Ditemukan Tewas di Muara Sungai

- Seorang nelayan bernama Jumail asal Desa Mandangin, Sampang, ditemukan tewas di muara sungai Sreseh setelah dilaporkan hilang dua hari saat mencari ikan di perairan utara Pulau Mandangin.
- Kapal milik korban sebelumnya ditemukan tanpa awak sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Mandangin, memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan dari berbagai instansi.
- Jenazah Jumail akhirnya ditemukan oleh pemancing dan dievakuasi ke RSUD Sampang, sementara operasi SAR resmi dihentikan setelah proses pencarian dinyatakan selesai.
Sampang, IDN Times- Seorang nelayan bernama Jumail (57) asal Dusun Tengah, Desa Mandangin, Kabupaten Sampang ditemukan tewas di muara sungai Sreseh usai dikabarkan hilang selama dua hari. Jumail hilang saat mencari ikan di Perairan Utara Pulau Mandangin Sabtu (16/5/2026).
Diketahui, kapal Jumail ditemukan nelayan setempat tanpa awak di Perairan Utara Pulau Mandaling. Nelayan yang mengetahui itu langsung melapor ke petugas sekitar.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini mengatakan, setelah menerima laporan penemuan kapal tanpa awak, pihaknya langsung mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Sumenep untuk melakukan pencarian terhadap Jumail.
“Kapal milik korban ditemukan sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Mandangin” ujar Nanang melalui keterangan tertulis yang diterima IDN Times.
Upaya pencarian dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Pos SAR Sumenep, BPBD Kabupaten ampang, Polairud Sampang, Kamladu Camplong, Syahbandar Mandangin, PMI Kab. Sampang, Polres Kabupaten Sampang, Polsek Pangarengan, Dinkes Kabupaten Sampang, dan nelayan setempat.
"Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU) dengan melakukan penyisiran pada masing-masing area pencarian yang telah ditentukan," jelas dia.
Setelah dua hari pencarian, jenazah Jumail akhirnya ditemukan. Jasad pria itu ditemukan oleh pemancing. "Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi dan membawa jenazah korban ke RSUD Kabupaten Sampang untuk penanganan lebih lanjut," ungkapnya.
Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dihentikan. Nanang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian maupun evakuasi korban. Ia menghimbau agar seluruh warga dan nelayan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di perairan.


















