Tolak Investor Asing, Peternak di Tulungagung Bagikan Telur Gratis

- Asosiasi Peternak Rakyat Tulungagung membagikan 5.000 butir telur gratis sebagai bentuk protes terhadap rencana masuknya investor asing di industri telur.
- Harga telur ayam di Tulungagung turun hingga Rp21 ribu per kilogram sejak Idul Fitri 2026, membuat peternak mengalami kerugian karena harga ideal seharusnya Rp25 ribu.
- Peternak menolak rencana investasi asing yang dikhawatirkan akan menguasai pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis dan memperburuk kondisi peternak lokal.
Tulungagung, IDN Times - Ribuan butir telur ayam dibagikan secara gratis oleh Asosiasi Peternak Rakyat Tulungagung. Aksi bagi-bagi telur ini merupakan bentuk kekecewaan mereka terkait isu masuknya investor asing dalam bisnis ini. Sebelumnya diketahui delegasi industri telur asal China telah berkunjung ke Indonesia untuk menjajaki investasi. Kedatangan mereka diterima oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
1. Bentuk kekecewaan terhadap wacana masuknya investor asing

Koordinator Aksi, Abdul Kholiq mengatakan sebanyak 5.000 butir telur dibagikan secara gratis untuk masyarakat Tulungagung yang melintas di kawasan titik 0 KM. Kegiatan ini sebagai bentuk kekecewaan dan penolakan terhadap isu masuknya investor asing pengadaan telur di tengah anjloknya harga.
"Kami melakukan aksi bagi-bagi telur gratis sebanyak 5.000 butir sebagai bentuk kekecewaan peternak ayam telur di Tulungagung," ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
2. Over suplai, harga telur terus anjlok

Sejak Hari Raya Idul Fitri 2026, harga telur ayam di Tulungagung setiap hari semakin anjlok. Dimana harga telur ayam dari peternak saat ini turun diangka Rp21 ribu per kilogram. Harga ini membuat para peternak sudah mengalami kerugian. Idealnya agar tak merugi harga telur ayam minimal Rp25 ribu per kilogram.
"Harga telur sekarang Rp21 ribu dari harga normal Rp25 ribu. Ini membuat peternak merugi dan menjadi masalah di daerah," terangnya.
3. Khawatir investor asing akan ikut memasok kebutuhan MBG

Saat harga telur anjlok, santer tersebar informasi KADIN akan menggandeng investor asing untuk berinvestasi di bisnis ini. Wacana ini mendapat penolakan dari para peternak lokal. Mereka khawatir masuk investor asing justru membuat mereka semakin merugi. Terlebih para investor ini dikhawatirkan akan memasok kebutuhan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Adanya program MBG sangat membantu peternak ayam telur. Tapi sejak ada isu investor asing, permintaan telur untuk program MBG kepada peternak lokal menurun," pungkasnya.
















