Baru Mulai Kerja , ART di Surabaya Ini Malah Gasak Emas-Dolar Majikan

- Seorang ART bernama N di Surabaya mencuri emas dan dolar milik majikannya DL pada hari pertama bekerja setelah direkrut melalui Facebook.
- N berpamitan menjemput anaknya namun tidak kembali, membuat DL curiga lalu mengecek identitas N lewat aplikasi Getcontact yang menunjukkan banyak tag penipu.
- DL melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng, dan pihak kepolisian membenarkan laporan serta menyatakan kasus masih dalam proses penyelidikan.
,Surabaya, IDN Times - Baru mulai bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), perempuan di Surabaya tega menggasak barang berharga milik majikannya. Pelaku adalah N, sementara korban adalah DL warga Legundi, Kecamatan Genteng Surabaya.
DL merekrut N melalui media sosial Facebook pada April 2026 lalu. DL saat itu sedang membutuhkan ART dan menemukan N di FB.
Setelah ada kesepakatan antara DL dan N, N kemudian bekerja di rumah DL mulai 20 April 2026. Di hari pertama kerja, N datang pukul 07.00 WIB ke rumah DL menggunakan sepeda motor Honda Scoopy.
Tetapi, pada pukul 10.00 WIB, N tiba-tiba pamit pulang. N berdalih pulang untuk menjemput anaknya sekolah. "Pagi datang sekitar jam 7, terus jam 10 pamit pulang jemput anaknya. Tapi dia gak balik-balik," ungkap dia, Rabu (20/5/2026).
N yang tak kunjung kembali itu kemudian menimbulkan kecurigaan pada DL. DL lalu berinisiatif mencari identitas N melalui aplikasi pelacak identifikasi nomor telpon. "Di Getcontact, ternyata banyak yang ngasih tag penipu," terang dia.
DL semakin curiga pada N. DL kemudian mengecek barang-barang di rumahnya. Ternyata benar ada beberapa barangnya yang hilang.
"Saya cek-cek, kok ada yang hilang barangku. Emas batangan sama dolar yang hilang," tuturnya.Atas hal ini, DL lalu melaporkkan N ke polisi.
Sementara itu, Kapolsek Genteng Surabaya, AKP Grandika Indra Waspada saat dikonfirmasi IDN Times membenarkan laporan tersebut. Kasus ini sedang proses lidik di Polsek Genteng
"Betul ada (laporan soal pencurian oleh ART) dan sudah kami tangani sementara proses lidik," ujarnya.


















