Banyuwangi Target Turunkan Kemiskinan Hingga 5 Persen

- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 5 persen pada tahun 2026-2027, turun dari 6,13 persen di tahun sebelumnya.
- Berbagai program pendidikan seperti Garda Ampuh, Beasiswa Banyuwangi Progresif, dan Siswa Asuh Sebaya digencarkan untuk membantu anak-anak kurang mampu agar bisa melanjutkan sekolah.
- Di bidang kesehatan, Banyuwangi meluncurkan layanan digital Oasis Wangi serta pemeriksaan gratis di Puskesmas guna meringankan beban biaya masyarakat berpenghasilan rendah.
Banyuwangi, IDN Times - Kabupaten Banyuwangi menarget penurunan kemiskinan hingga 5 persen. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun memiliki berbagai program untuk mencapai target tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan Banyuwangi berada di angka 6,13 persen di tahun 2025. Turun dari tahun 2024 yakni 6,54 persen. "Sekarang 6,13 persen, kita mau (angka kemiskinan di Banyuwangi) 5 persen," ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat wawancara dalam program Real Talk with Uni Lubis by IDN Times di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Jumat (17/7/2026).
Ipuk mengatakan, memang fokus Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di tahun 2026-2027 ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Upaya yang dilakukan adalah melalui program pendidikan dan kesehatan. "Di 2026-2027 fokus kami sekarang sedang pada hal penurunan kemiskinan. Ya maka program pendidikan dan kesehatan sebagai penopang penurunan kemiskinan ini kita masifkan," jelas dia.
Adapun program pendidikan Kabupaten Banyuwangi di antaranya Gerakan Angkat Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh), Beasiswa Banyuwangi Progresif, hingga program Siswa Asuh Sebaya yakni program sumbangan sukarela dari siswa untuk teman kelasnya yang kurang mampu. "Kami harapkan dengan bantuan-bantuan di bidang pendidikan, beasiswa, dan sebagainya. Diharapkan anak-anak yang mendapatkan bantuan tersebut, nanti bisa mengangkat derajat keluarganya," ungkap Ipuk.
Kemudian di bidang kesejahteraan, Kabupaten Banyuwangi baru saja meluncurkan layanan kesehatan digital bernama Oasis Wangi (Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi). Selain itu Banyuwangi juga punya program pemeriksaan kesehatan gratis di seluruh Puskesmas
"Kita memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu agar biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat miskin di Banyuwangi ini berkurang dalam bidang kesehatan," jelasnya.
Kemudian, Banyuwangi punya program gotong royong lainnya untuk menurunkan angka Kemiskinan, mulai dari program Banyuwangi Berbagai, Program ASN berbagai, program belanja di tanggal cantik untuk masyarakat tidak mampu dan lain sebagainya.
"Belum lagi kita juga berkolaborasi dengan beberapa instansi sekitar atau juga dengan teman-teman swasta, terutama sebenarnya beberapa program seperti rumah tidak layak huni, lalu juga suport untuk bahan pangan, lalu juga dukungan dari komunitas untuk layanan kesehatan," pungkas dia.
















