Angin Kencang Terjang Nganjuk, 62 Rumah Rusak

- Angin kencang menerjang Kecamatan Wilangan, Nganjuk pada 6 April 2026, menyebabkan 62 rumah rusak dan satu fasilitas umum terdampak akibat pohon tumbang.
- BPBD Nganjuk bersama warga melakukan penanganan darurat seperti pendataan, pembersihan material, serta perbaikan rumah yang rusak akibat cuaca ekstrem.
- BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada selama masa pancaroba karena potensi angin kencang, hujan lebat, dan banjir masih bisa terjadi di wilayah Jawa Timur.
Nganjuk, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian cuaca ekstrem di Jawa Timur (Jatim) masih terjadi pada masa peralihan musim. Salah satunya angin kencang yang menerjang Kabupaten Nganjuk dan menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Wilangan pada Senin (6/4/2026) sore. “BNPB menerima laporan cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan kerusakan rumah warga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
Data BNPB mencatat, sedikitnya 62 rumah terdampak, dengan rincian 41 rumah di Desa Ngadipiro dan 21 rumah di Desa Wilangan. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap akibat terjangan angin kencang. Selain itu, satu fasilitas umum berupa tempat pemakaman umum (TPU) juga terdampak setelah tertimpa pohon tumbang.
Abdul Muhari menjelaskan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk bersama warga telah melakukan penanganan darurat, mulai dari pendataan hingga pembersihan material pohon tumbang. “BPBD bersama masyarakat bergotong royong melakukan perbaikan rumah serta evakuasi pohon tumbang di lokasi kejadian,” jelasnya.
Kondisi terkini di wilayah terdampak dilaporkan mulai membaik. Cuaca di lokasi sudah berangsur cerah berawan. Meski demikian, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba. Risiko bencana seperti angin kencang, hujan lebat, hingga banjir masih berpotensi terjadi.
“Masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan tas siaga bencana dan memantau informasi dari sumber resmi,” pungkasnya.


















