Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

408 Vaksinator Diterjunkan ke Sumenep, Tangani KLB Campak

Dok. Pemprov Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menjenguk anak yang dirawat karena sakit Campak. Dok. Pemprov Jatim.
Intinya sih...
  • Pemerintah Jatim kirim 408 vaksinator ke Sumenep untuk vaksinasi massal campak.
  • Target cakupan minimal 95% dari 78.969 anak usia 9 bulan hingga 7 tahun.
  • Tantangan utama adalah masih adanya sebagian masyarakat yang tidak percaya terhadap keamanan dan kehalalan vaksin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pempro) Jawa Timur (Jatim) menerjunkan 408 vaksinator untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi massal campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Kabupaten Sumenep, Madura. Program yang berlangsung hingga 18 September 2025 itu menargetkan cakupan minimal 95 persen dari total sasaran 78.969 anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Erwin Ashta Triyono memastikan bahwa vaksinasi massal tersebut telah berjalan. Hingga 27 Agustus 2025, sebanyak 11.190 anak telah menjalani imunisasi, atau 15,1 persen dari total target.

“Di setiap Puskesmas dibentuk dua hingga lima tim vaksinator setiap harinya, dan masing-masing tim sudah mengantongi data sasaran. Jika ada anak yang tidak datang ke lokasi, tenaga kesehatan akan melakukan sweeping langsung ke rumah melalui bidan desa,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Erwin menambahkan, pelibatan tenaga kesehatan tidak hanya berasal dari Sumenep, melainkan juga diperkuat tim tambahan yang dikirim Pemprov Jatim. Selain itu, tokoh masyarakat, akademisi, serta organisasi kemasyarakatan juga dilibatkan dalam upaya mengedukasi masyarakat.

Menurut Erwin, tantangan terbesar dalam vaksinasi kali ini adalah masih adanya sebagian masyarakat yang belum percaya terhadap keamanan maupun kehalalan vaksin. “Persoalan itu sudah dibahas dengan lintas sektor, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar tidak menjadi hambatan dalam pencapaian target imunisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jatim, Sulvy Dwi Anggraini, menegaskan bahwa sasaran ORI adalah anak usia 9 bulan hingga 7 tahun. Setiap anak seharusnya menerima tiga dosis imunisasi campak untuk membentuk kekebalan tubuh secara optimal.

“Imunisasi ini penting, karena dengan perlindungan tersebut, kelompok rentan seperti bayi bisa terhindar dari risiko penularan. KLB (kejadian luar biasa) biasanya muncul karena cakupan imunisasi rendah serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi,” kata Sulvy.

Sulvy menambahkan, vaksinasi massal ini digelar serentak di 26 puskesmas dan tiga rumah sakit di Sumenep. Dengan keterlibatan tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta dukungan penuh pemerintah daerah, Pemprov Jatim optimistis target cakupan imunisasi 95 persen dapat tercapai. “Harapannya, anak-anak Sumenep bisa terlindungi dan terbebas dari ancaman penyakit campak. Imunisasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok,” pungkas Sulvy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us