4 Kecamatan di Banyuwangi Berpotensi Likuifaksi Tanah

Banyuwangi, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Jawa Timur menyebut ada beberapa potensi bencana alam yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Bencan-bencana itu antara lain, risiko banjir, puting beliung, tanah longsor hingga pergerakan tanah atau yang disebut likuifaksi.
Plt Kalaksa BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli menjelaskan, likuifaksi adalah sebuah fenomena tanah jenuh yang kehilangan kekuatannya akibat adanya tegangan. Seperti disebabkan oleh gempa bumi. Sehingga membuat tanah tersebut bersifat lembek seperti cairan.
1. Likuifaksi terjadi pada tanah yang didominasi oleh pasir

Likuifaksi pasca gempa Palu. IDN Times/Rehuel Willy Aditya Untuk diketahui, likuifaksi adalah fenomena perubahan material yang padat berupa endapan sedimen atau tanah sedimen, menjadi seperi cairan. Fenomena ini kemungkinan besar terjadi pada tanah jenuh air. Pada umumnya, likuifaksi terjadi pada tanah yang didominasi oleh pasir. Kondisi ini pernah terjadi di Palu usai gempa beberapa tahun lalu.
"Biasanya terjadi pada daerah yang memiliki kondisi tanah-tanah bersifat pasir atau rawa," kata Ilzam, Rabu (12/10/2022).
Menurutnya, ini bisa terjadi ketika ada gempa bumi yang menghasilkan daya guncangan kuat. Sehingga mengakibatkan tekanan air pada pori-pori tanah naik yang melebihi kekuatan gesek tanah itu sendiri. Di mana, material pasir penyusun tanah menjadi seakan melayang di antara pasir.
Apabila fenomena tersebut terjadi pada daerah dengan tingkat kemiringan, maka tanah bisa seketika bergerak atau ambles layaknya hanyut terbawa arus.
2. Banyuwangi belum punya data valid

Aliran lumpur di Kabupaten Pasaman. (dok. BNPB) Ilzam menyebut, Banyuwangi juga berpotensi likuifaksi. Potensi terjadinya likuifaksi ini ada di wilayah Banyuwangi Selatan atau di sekitaran pantai selatan. "Potensi pasti ada. Cuma kita belum bisa memastikan. Tapi kemungkinannya di pinggiran laut. Pada daerah-daerah dekat lempengan bumi," jelasnya.
Kendati demikian, BPBD Banyuwangi hingga saat ini masih belum memiliki data valid soal Kecamatan atau Desa di Banyuwangi yan berpotensi terjadinya likuifaksi.
"Belum ada dan belum pernah terjadi di Banyuwangi, sampai sekarang tingkat kerawanan likuifaksi juga kita belum punya. Karena kita tidak tahu kemungkinan gempa bumi lempengan mana yang kena. Termasuk sesar juga," katanya.
3. Ada 4 kecamatan berpotensi likuifaksi

ilustrasi tanah longsor (IDN Times/Aditya Pratama) Sementara itu, pengamat geologi Banyuwangi, Abdillah Baraas menilai sedikitnya ada 4 kecamatan di Banyuwangi yang berpotensi mengalami fenomena likuifaksi. Daerah berpotensi likuifaksi ini pada dasarnya memiliki kondisi tanah yang didominasi batuan sedimen atau tanah kapur yang memungkinkan bisa berpindah dari hulu ke hilir saat terjadi gempa bumi.
"Kalau kita lihat peta geologi Banyuwangi mungkin bagian selatan bisa saja terjadi, misalnya di Alas Purwo. Karena itu didominasi tanah dengan sifat sedimen. Kalau potensi dari kecamatan, kesimpulan sementara mungkin di Kecamatan Muncar, Tegaldlimo, Purwoharjo dan Wongsorejo. Tapi ini masih butuh dikaji dan riset mendalam lagi," jelasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
![[FOTO] Mengenang 2 Tahun Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi di Kota Palu](https://image.idntimes.com/post/20200928/whatsapp-image-2020-09-28-at-85103-am-7c6957b62f6fa6e6b98daeec28bfca6e.jpeg)











![[OPINI] Mengelola Transformasi Energi untuk Masa Depan Industri Indonesia](https://image.idntimes.com/post/20260925/whatsapp-image-2026-09-25-at-08_8c7958be-b612-4dfc-becb-1026e0c1377d.jpeg)









