4 Jemaah Embarkasi Surabaya Meninggal, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Surabaya, IDN Times - Sepanjang pemberangkatan ibadah Haji 2025 sejak 1-16 Mei 2025, Embarkasi Surabaya mencatat ada sebanyak empat orang jemaah haji meninggal dunia. Selain itu, hingga kini ada lima orang calon jemaah haji yang masih dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya.
Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo, empat jemaah haji yang meninggal dunia itu, dua meninggal di RS Haji Surabaya dan dua lainnya di tanah suci. Mereka meninggal karena sakit.
"Sampai saat ini empat jemaah dari Embarkasi Surabaya meninggal dunia; dua di RS Haji Surabaya dan dua lainnya di tanah suci yakni Madinah dan Makkah," ujarnya, Sabtu (17/5/2025).
Sementara itu, lima jemaah yang dirawat di RS Haji kini telah didampingi oleh empat pendamping. Mereka akan berangkat ke tanah suci jika kondisinya pulih.
"Empat jemaah lainnya telah pulih dan menunggu keberangkatan pada kloter selanjutnya sesuai dengan syarikah masing-masing," kata dia.
Sejak Jumat (17/5/2025), Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan sebanyak 18.975 calon jemaah haji atau sebanyak 50 persen jemaah dari 50 kloter ke Madinah pada gelombang pertama. Selanjutnya kloter 51, 52, dan 53 tengah bersiap di Asrama Haji untuk keberangkatan gelombang kedua, Sabtu (17/5/2025) mulai pukul 14.40 WIB secara bertahap.
Sugiyo menjelaskan terdapat perbedaan antara gelombang pertama dan kedua saat keberangkatan dari embarkasi ke tanah suci. Gelombang pertama diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah.
Namun, gelombang kedua akan langsung menuju Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. "Mulai gelombang kedua, semua jemaah langsung menggunakan ihram. Jemaah bisa mengambil miqat dari Embarkasi Surabaya atau di atas pesawat ketika sampai di atas wilayah Yalamlamm," jelas Sugiyo.
Di gelombang kedua ini, jemaah akan melaksanakan umrah wajib dengan skema haji Tamattu sebelum menunaikan ibadah haji.
Sugiyo juga meminta maaf kepada jemaah dan juga keluarga jemaah atas perubahan jadwal yang berdasarkan kloter berbasis syarikah. Karena hal ini diakui Sugiyo berdampak pada mental jemaah. Oleh karena itu dia mengimbau kepada calon jemaah haji agar bersabar.
"Kami minta maaf atas perubahan jadwal ini kloter dan keberangkatan. Kami imbau jemaah bersabar. Berangkat haji adalah ibadah, niat harus kuat dan ikhlas menerima kondisi yang ada," pesannya.
Sugiyo memastikan jemaah yang tertunda karena perubahan jadwal yang berdasarkan kloter berbasis syarikah tetap berangkat haji tahun ini. "Insyaallah secara administrasi jemaah haji pasti berangkat. Tapi kalau kehendak lainnya dari Allah beda lagi," pungkasnya.



















