24 Korban KM Mutiara Sentosa II Dilarikan ke Rumah Sakit

- Sebanyak 24 korban KM Mutiara Sentosa II dirawat di rumah sakit: 20 orang di RS PHC Surabaya dan empat orang di RS Sumenep, mayoritas mengalami luka benturan.
- Korban lain difasilitasi tempat istirahat oleh perusahaan kapal setelah didata dan beristirahat sementara di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak.
- Kapal rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep pada 2 Agustus 2026; 229 penumpang selamat dan lima orang meninggal, dengan evakuasi menuju Surabaya berlangsung bertahap.
Surabaya, IDN Times - Sedikitnya 24 korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II menjalani perawatan di rumah sakit. Sebagian besar mengalami luka akibat benturan saat berusaha menyelamatkan diri dari kapal yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Kepala Basarnas Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator, Nanang Sigit, mengatakan 20 korban dirawat di RS Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya. Sementara empat korban lainnya mendapat perawatan di rumah sakit di Sumenep.
"Yang dibawa ke rumah sakit yang kondisi luka-luka. Ada kondisi luka ringan dibawa ke rumah sakit PHC, di sini ada 20 orang, kemudian di Sumenep sendiri ada empat orang," kata Nanang, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Nanang, mayoritas korban mengalami luka benturan saat berupaya keluar dari kapal ketika kebakaran terjadi.
"Kalau lukanya lebih terkait dengan luka benturan pada saat dia berusaha untuk keluar dari kapal," ujarnya.
Selain korban yang dirawat di rumah sakit, penyintas lainnya telah diserahkan kepada pemilik kapal untuk mendapatkan tempat beristirahat.
"Iya. Kemudian yang lainnya diserahkan ke owner untuk kemudian difasilitasi tempat untuk istirahat," kata Nanang.
Sebelum dipindahkan ke hotel, para penyintas terlebih dahulu dibawa ke Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di lokasi tersebut, mereka menjalani pendataan sebelum diberangkatkan ke tempat penginapan yang disediakan perusahaan pelayaran.
KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep pada Ahad, 2 Agustus 2026. Berdasarkan data terbaru Basarnas, sebanyak 234 orang telah dievakuasi, lima orang meninggal dunia, dan dua penumpang masih dalam pencarian.


















