2.000 Personel Siaga, Muktamar NU ke-35 Siap Sambut 200 Ribu Tamu

- Sebanyak 2.000 personel disiagakan untuk mengamankan Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Jombang yang akan dihadiri sekitar 200 ribu tamu dari dalam dan luar negeri.
- Persiapan sarana dan prasarana telah mencapai 70 persen, mencakup pembangunan area parkir tiga hektare, dapur umum dua ribu meter persegi, serta fasilitas akomodasi dan kesehatan bagi peserta.
- Panitia menerapkan prinsip gupuh, lungguh, dan suguh dengan dukungan Pemprov Jatim serta UMKM Muslimat dan Fatayat NU guna memastikan kenyamanan tamu sekaligus mendorong ekonomi lokal.
Jombang, IDN Times - Panitia lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Sebanyak 2.000 personel disiagakan untuk mengawal kelancaran penyelenggaraan forum tertinggi NU yang diperkirakan dihadiri sekitar 200 ribu tamu dari dalam maupun luar negeri.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan apel siaga menjadi bagian dari pemantapan koordinasi seluruh personel sebelum muktamar berlangsung. "Apel siaga digelar untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sebelum muktamar dimulai," ujarnya.
Menurut Gus Rozaq, sapaan akrabnya, progres penyiapan sarana dan prasarana kini telah mencapai sekitar 70 persen. Pekerjaan difokuskan pada penyelesaian area parkir dan kawasan bazar. Panitia menyiapkan lahan parkir seluas tiga hektare di sisi timur kompleks pesantren yang saat ini masih dalam tahap pengurukan agar siap digunakan saat muktamar berlangsung.
Selain itu, panitia juga membangun dapur umum di lahan sekitar 2.000 meter persegi dengan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Dapur tersebut akan melayani kebutuhan konsumsi ribuan peserta resmi selama pelaksanaan muktamar.
"Peserta resmi mendapatkan layanan katering tiga kali sehari. Sedangkan rombongan yang datang untuk menyemarakkan muktamar juga kami upayakan mendapat pelayanan dasar seperti minuman hangat dan sarapan," katanya.
Aspek pengamanan menjadi perhatian utama karena jumlah tamu yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 200 ribu orang. Pengamanan akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari keamanan internal pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, Polri hingga TNI.
Gus Rozaq menegaskan panitia lokal hanya bertugas menyiapkan seluruh fasilitas penunjang, seperti akomodasi, penginapan, MCK, transportasi hingga layanan kesehatan. Sementara proses registrasi peserta maupun bakal calon pengurus sepenuhnya menjadi kewenangan PBNU.
Berdasarkan data PBNU, sekitar 3.300 peserta resmi dari PCNU dan PWNU akan mengikuti muktamar. Selain itu, forum juga akan dihadiri delegasi internasional dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Maroko, Mesir, Suriah, Arab Saudi, Nigeria, serta sejumlah negara sahabat lainnya.
"Kami juga menyiapkan kebutuhan akomodasi bagi tamu dari luar negeri. Untuk data kedatangan maupun registrasi seluruhnya tetap menunggu informasi resmi dari PBNU," katanya.
Sementara itu, Ketua OC Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf, meminta seluruh panitia menyatukan langkah dan menjadikan tiga prinsip pelayanan sebagai pedoman selama penyelenggaraan muktamar, yakni gupuh, lungguh, dan suguh.
"Seluruh panitia harus memegang tiga prinsip utama pelayanan, yakni gupuh, lungguh, dan suguh," tegas Gus Ipul.
Ia mengapresiasi Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. "Setelah 100 tahun Nahdlatul Ulama berdiri, kita hari ini kembali ke pangkuan muasis NU. Ini adalah hal yang luar biasa," katanya.
Gus Ipul juga memuji totalitas Ketua Panitia Lokal KH Abdurrozaq Sholeh yang disebut mengesampingkan berbagai aktivitas lain demi fokus menyukseskan muktamar. "Pokoke saya batalkan semua acara, hanya fokus ke persiapan muktamar. Pengajian-pengajian, bisnis-bisnis ditinggal semua. Hanya untuk ngurus muktamar," tegasnya.
Untuk mewujudkan prinsip lungguh atau kenyamanan tamu, panitia menyiapkan sekitar 260 unit AC berkapasitas 2 PK, lebih dari 3.100 kasur lengkap dengan bantal dan seprai. Penyediaan perlengkapan tersebut dilakukan bersama Pemprov Jatim dengan melibatkan UMKM Muslimat NU dan Fatayat NU agar pelaksanaan muktamar juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kita semalam dengan Bu Gubernur Khofifah lagi diskusi untuk menyiapkan 3.100 lebih kasur, bantal, dan seprai. Nanti akan melibatkan UMKM Muslimat dan Fatayat," katanya.
Sementara prinsip suguh diwujudkan melalui penyediaan konsumsi, fasilitas pendukung, pameran UMKM, salawatan, hingga berbagai kegiatan pendamping yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar selama muktamar berlangsung.
"Nanti akan ada pameran UMKM, ada salawatan, juga akan ada banyak kegiatan yang mengiringi muktamar ini sehingga semuanya bisa menikmati muktamar dengan baik," pungkas Gus Ipul.



















