Khofifah Janji Temui Jokowi, Petani Garam Batal Demo di Suramadu

Impor garam dianggap biang kerok rendahnya harga

Sampang, IDN Times - Rencana demo para petani garam Kabupaten Sampang di pintu tol Suramadu Rabu (24/7) batal. Pembatalan itu dilakukan lantaran percaya akan janji Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang akan menghadap langsung Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi para petani. Mantan Menteri Sosial itu meminta waktu 10 hari, terhitung sejak 23 Juli 2019. 

1. Demo diganti doa bersama

Khofifah Janji Temui Jokowi, Petani Garam Batal Demo di SuramaduIDN Times/Musthofa Aldo

Tapi, rencana demo tak sepenuhnya batal. Para petani tetap menggelar aksi dengan membentang spanduk di ladang garam Pangarengan, desa penghasil garam terbesar di Kabupaten Sampang. Spanduk-spanduk itu menyentil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga Bareskrim Polri.

Setelah aksi, barulah ditutup dengan doa bersama, mendoakan agar upaya Khofifah lancar dan sukses. "Rencana demo di Suramadu kami batalkan karena ibu Khofifah berjanji akan bertemu Presiden untuk memperjuangkan nasib kami," kata Ketua Asosiasi Petani Garam Sampang, Moh Yanto.

2. Menuntut pemerintah membeli garam petani

Khofifah Janji Temui Jokowi, Petani Garam Batal Demo di SuramaduIDN Times/Musthofa Aldo

Aksi yang mereka gelar, kata Yanto, didasari harga garam yang sedang anjlok. Garam kualitas terbaik yang biasa dijual Rp1400 per kilogram hanya dihargai Rp400 per kilogram. Sedang yang kualitas 2 dihargai Rp300 per kilogram. Parahnya, meski harga murah, namun garam mereka tak laku. Mereka pun menuntut pemerintah membeli garam petani itu dengan harga yang layak.

"Juga setop impor garam. Garam jadi murah dan tak laku karena ada garam impor. Kebijakan impor yang mengeluarkan pemerintah," kata dia.

Baca Juga: Harga Garam Nyungsep, Khofifah Kumpulkan Bupati se-Madura 

3. Ada tiga rekomendasi dari pertemuan dengan para bupati

Khofifah Janji Temui Jokowi, Petani Garam Batal Demo di SuramaduIDN Times/Musthofa Aldo

Senin lalu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengumpulkan bupati se-Madura, PT Garam dan perwakilan petani. Pertemuan itu menghasilkan tiga rekomendasi yang dianggap bisa menyelesaikan soal pelik pegaraman.

Pertama, harua ada single data antara produksi dan kebutuhan. Dengan begitu, kebijakan impor jangan melebihi selisih antara produksi dan kebutuhan. Kedua, PT Garam harus jadi stabilisator harga dan ketiga harus ada harga pokok pembelian (HPP) Garam.

Baca Juga: Petani Garam di Tuban Mengaku Rugi, Gubernur Diminta Turun Tangan

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya