Juanda Dibanjiri 671 Ribu Penumpang saat Nataru, Layani 4.595 Flight

- Bandara Juanda melayani 671.093 penumpang selama Natal dan Tahun Baru 2026
- 128.478 penumpang bepergian dari dan menuju Jakarta, disusul Denpasar 73.087 penumpang, dan Makassar 53.554 penumpang
- 4.595 penerbangan tercatat selama periode posko, dengan maskapai menambah frekuensi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang
Surabaya, IDN Times - Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terjadi Bandara Internasional Juanda. Selama masa Posko Terpadu Angkutan Nataru, bandara tersibuk kedua di Indonesia ini mencatat ratusan ribu pergerakan penumpang, dengan rute Jakarta, Denpasar, dan Makassar menjadi tujuan domestik paling padat.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhamad Tohir, menyebut rute Jakarta (Soekarno-Hatta/Cengkareng) masih mendominasi arus penumpang. Sepanjang periode posko, tercatat 128.478 penumpang bepergian dari dan menuju Jakarta.
“Untuk rute domestik, pergerakan penumpang didominasi Jakarta (CGK) sebanyak 128.478 penumpang, disusul Denpasar (DPS) 73.087 penumpang, dan Makassar (UPG) 53.554 penumpang,” ujar Tohir, Kamis (1/1/2026).
Tak hanya domestik, penerbangan internasional juga menunjukkan angka signifikan. Rute Kuala Lumpur (KUL) menjadi tujuan luar negeri terpadat dengan 35.168 penumpang, disusul Singapura (SIN) sebanyak 30.145 penumpang selama periode Nataru.
Secara kumulatif, sejak 15 hingga 30 Desember 2025, Bandara Internasional Juanda melayani total 671.093 penumpang. Dari jumlah tersebut, 558.102 penumpang merupakan penerbangan domestik, sementara 112.991 penumpang tercatat pada rute internasional.
Dari sisi operasional, pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan signifikan. Selama periode posko, tercatat 4.595 penerbangan, terdiri dari 3.973 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional.
Mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai menambah frekuensi penerbangan. Tohir menyebut, sejak 15 hingga 30 Desember 2025 terdapat 145 penerbangan tambahan (extra flight) yang diajukan maskapai.
“Penambahan penerbangan terbanyak terjadi pada rute Denpasar sebanyak 75 flight, Jakarta (CGK) 25 flight, Banjarmasin 14 flight, Pekanbaru 12 flight, Palembang 10 flight, Jakarta Halim (HLP) 8 flight, dan Lombok 4 flight,” jelasnya. Adapun maskapai yang mengajukan extra flight antara lain Lion Air, Citilink, dan Garuda Indonesia.
Manajemen Bandara Juanda memprediksi puncak arus balik Natal dan Tahun Baru akan terjadi pada akhir pekan mendatang, seiring berakhirnya masa libur dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak bandara telah mengaktifkan Posko Pelayanan Angkutan Udara Nataru 2025/2026 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari internal AP1 hingga instansi eksternal seperti TNI AL, Otoritas Bandara, AirNav, BBKK, maskapai, ground handling, dan BMKG.
Selain itu, kesiapan fasilitas utama seperti konter check-in, mesin self check-in, hingga ruang tunggu penumpang juga menjadi fokus utama. Koordinasi dengan maskapai untuk penambahan penerbangan pada rute favorit turut dilakukan guna mengakomodasi tingginya permintaan.
“Kami mengimbau calon penumpang agar datang lebih awal ke bandara, terutama pada jam-jam sibuk, untuk mengantisipasi potensi keterlambatan akibat cuaca maupun kepadatan lalu lintas udara,” pungkas Tohir.
















