Rakit Petasan Lalu Meledak, Dua Pelajar di Blitar Alami Luka Bakar

- Ledakan petasan terjadi di area belakang musala Desa Tapan, Blitar, menyebabkan dua pelajar mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit.
- Warga mendengar empat kali suara ledakan keras yang membuat panik, lalu menemukan dua pelajar terkapar di lokasi kejadian.
- Polisi menemukan bubuk mercon dan selongsong kertas di tempat kejadian; dugaan awal ledakan terjadi saat proses perakitan petasan masih berlangsung.
Blitar, IDN Times - Ledakan petasan terjadi di Desa Tapan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, pada Selasa (17/3/2026) dini hari. Suara ledakan keras sempat mengejutkan warga sekitar. Ledakan ini diketahui berasal dari area belakang sebuah musala yang berada di desa tersebut. Akibat peristiwa ini, dua pelajar mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
1. Suara ledakan terdengar hingga 4 kali dan cukup keras

Salah seorang warga, Ladi mengatakan suara ledakan terdengar cukup keras hingga membuat warga sekitar panik dan penasaran dengan sumber suara tersebut. Suara ledakan ini terdengar hingga beberapa kali dari arah lokasi kejadian yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Usai mendengar suara ledakan, warga kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mengetahui apa yang terjadi. Saat tiba di tempat kejadian, warga mendapati dua pelajar sudah terkapar dengan kondisi mengalami luka bakar cukup serius. “Suaranya sampai empat kali, cukup keras. Setelah itu warga sini ramai-ramai datang ke lokasi. Waktu sampai di sana sudah ramai dan ada yang terluka bakar,” ujarnya.
2. Temukan dua pelajar terluka di lokasi kejadian

Sementara itu, Kapolsek Udanawu AKP Ahmad Rochan membenarkan adanya peristiwa ledakan petasan yang menyebabkan dua pelajar mengalami luka-luka. Kedua korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit oleh warga dan petugas untuk mendapatkan penanganan medis. “Dua korban yang masih berstatus pelajar langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.
3. Petasan meledak saat dalam proses perakitan

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas kepolisian juga menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk membuat petasan atau mercon. Barang bukti yang ditemukan di antaranya bubuk mercon serta beberapa selongsong kertas yang rencananya akan diisi dengan bahan peledak tersebut. Saat ini, kasus ledakan mercon tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kejadian serta asal-usul bahan peledak yang digunakan. “Informasi yang kami terima, mercon itu meledak saat akan dimasukkan ke dalam selongsong. Di lokasi juga ditemukan empat selongsong yang masih belum terisi,” pungkasnya.


















