Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Kedua OMC Jatim Digelar, Ditarget Hingga H+5 Lebaran

Hari Kedua OMC Jatim Digelar, Ditarget Hingga H+5 Lebaran
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto. Dok. BPBD Jatim.
Intinya Sih
  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Timur memasuki hari kedua dan dijadwalkan berlangsung hingga H+5 Lebaran untuk mengantisipasi cuaca ekstrem serta bencana hidrometeorologi.
  • Pelaksanaan OMC merupakan instruksi Gubernur Jatim melalui BPBD dan BMKG Juanda agar arus mudik dan balik Lebaran berjalan aman dengan risiko bencana yang lebih rendah.
  • Hari pertama OMC melibatkan tiga sortie penerbangan menggunakan pesawat PK-SCJ, menyebar 2.800 kilogram kalsium oksida di beberapa wilayah seperti Situbondo, Banyuwangi, Tuban, dan Mojokerto.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar BPBD Jawa Timur (Jatim) bersama BMKG Juanda memasuki hari kedua pada Selasa (17/3/2026). Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari hingga H+5 Lebaran atau 26 Maret 2026.

OMC mulai dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di Jatim menjelang arus mudik dan balik Lebaran.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan pelaksanaan OMC merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Timur guna meminimalkan risiko bencana selama periode Lebaran.

“OMC ini kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama musim Lebaran, sekaligus sebagai bentuk pelayanan agar masyarakat yang mudik dan balik bisa lebih aman dan lancar,” ujarnya.

Pada hari pertama, operasi dilakukan menggunakan pesawat PK-SCJ dengan menyasar sejumlah wilayah di Jatim, meliputi kawasan Tapal Kuda dan selatan seperti Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi, serta wilayah utara seperti Kabupaten Tuban dan Kabupaten Mojokerto.

Dalam pelaksanaan perdana tersebut, OMC dilakukan sebanyak tiga kali penerbangan (sortie) dengan total bahan semai yang disebar mencapai 2.800 kilogram kalsium oksida (CaO). Total durasi penerbangan mencapai 5 jam 20 menit.

Pada sortie pertama, penyemaian awan dilakukan di wilayah Situbondo dan utara Banyuwangi. Selanjutnya, sortie kedua menyasar wilayah Tuban dan sortie ketiga dilakukan di wilayah Mojokerto.

Gatot juga turut langsung dalam penerbangan perdana tersebut, yang berlangsung mulai pukul 12.14 WIB hingga 14.17 WIB.

Memasuki hari kedua, OMC dilanjutkan dengan pola operasi serupa, menyesuaikan kondisi cuaca dan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur. BPBD Jatim memastikan pemantauan cuaca dilakukan secara intensif untuk menentukan lokasi penyemaian berikutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More