Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rapat Lokasi Muktamar ke-35 NU Ricuh, Keputusan Lirboyo Dibatalkan

Rapat Lokasi Muktamar ke-35 NU Ricuh, Keputusan Lirboyo Dibatalkan
Kondisi Munas Konbes NU di Kediri memanas. Dok. Istimewa.
Intinya Sih
  • Rapat pleno penentuan lokasi Muktamar ke-35 NU di Kediri sempat ricuh akibat kesalahpahaman bahwa Lirboyo telah ditetapkan sebagai tuan rumah, sebelum akhirnya keputusan itu dibatalkan oleh Rais Aam PBNU.
  • PBNU menegaskan belum ada keputusan final terkait lokasi Muktamar, karena masih dalam pembahasan internal dan mempertimbangkan beberapa daerah seperti Jawa Timur, NTB, Jawa Barat, Jakarta, serta Sumatera Barat.
  • Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung 1–5 Agustus 2026, dengan tim khusus akan meninjau calon lokasi berdasarkan kesiapan fasilitas, keamanan, pendanaan, dan nilai spiritual pesantren.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kediri, IDN Times – Rapat pleno penentuan lokasi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Senin (22/6/2026), diwarnai ketegangan.

Berdasarkan video yang didapatkan IDN Times, sidang sempat ricuh setelah muncul anggapan bahwa lokasi Muktamar ke-35 NU telah diputuskan digelar di Pondok Pesantren Lirboyo. Tak lama kemudian, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar pun langsung menegaskan bahwa keputusan itu segera dicabut.

"Saya masih di Rais Aam punya hak untuk mencabut, membatalkan keputusan ini (lokasi Muktamar di Lirboyo)," tegasnya.

Kendati demikian, peserta Munas Konbes NU masih bersitegang. Perdebatan antarpeserta berkembang menjadi adu argumentasi hingga aksi saling dorong di dalam ruang sidang. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar alias Gus Kautsar tampak ikut menenangkan.

Tak hanya itu saja, sejumlah petugas keamanan yang berjaga langsung masuk untuk meredam situasi dan mengamankan beberapa peserta. Setelah kondisi kembali kondusif, rapat pleno dilanjutkan.

Sementara itu, Rais Syuriyah PBNU Kalimantan Timur, Muhammad Ali Kholil menegaskan, kericuhan dipicu kesalahpahaman dalam forum. Menurutnya, belum ada keputusan resmi mengenai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU.

"Kesalahpahaman saja. Tentang tempat Muktamar yang kemudian segera diketok palu bahwa itu di Lirboyo. Padahal masih belum, karena ini nanti masih akan dibahas di internal PBNU," ujarnya usai sidang.

Ia memastikan penetapan lokasi Muktamar masih menjadi pembahasan internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sehingga belum ada keputusan final. Sejumlah daerah masih mengajukan diri sebagai calon tuan rumah, di antaranya Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera Barat.

Menurut Ali Kholil, forum juga menggarisbawahi bahwa lokasi Muktamar diutamakan berada di lingkungan pondok pesantren yang memiliki basis santri. "Belum final. Karena banyak yang menginginkan tempat Muktamar ini di NTB, Jawa Barat, Jakarta, termasuk juga Sumatera Barat. Cuma arahannya tadi tempat ini harus ada di pondok pesantren yang punya santrinya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, Muhammad Nuh, mengatakan Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Meski sejumlah lokasi telah diusulkan, penetapan tuan rumah baru akan dilakukan setelah melalui proses peninjauan oleh tim yang dibentuk PBNU.

"Tempatnya sudah ada beberapa usulan, mulai dari NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review terhadap tempat-tempat itu," ungkapnya.

Ia menjelaskan tim akan menilai setiap calon lokasi berdasarkan kesiapan sarana dan prasarana, aspek keamanan, dukungan pembiayaan, serta pertimbangan spiritual yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pengambilan keputusan di lingkungan NU.

"Hasil peninjauan itu nantinya menjadi dasar PBNU untuk menetapkan lokasi resmi Muktamar NU ke-35," pungkas Nuh.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More