Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Api Bromo Masih Membara, Kabut Hentikan 3 Helikopter Water Bombing

Kota Surabaya
Api Bromo Masih Membara, Kabut Hentikan 3 Helikopter Water Bombing
Aksi pemadaman karhutla di penanjakan Bromo. Dok. BPBD Jatim.
  • Karhutla Gunung Bromo hingga Rabu malam belum terkendali, dengan titik api di Pakis Bincil hingga Bukit Cinta-Sruni Point; area terdampak sekitar 921,42 hektare dan masih didata.
  • Tiga helikopter menghentikan water bombing akibat kabut dan asap yang mengganggu jarak pandang, meski sebelumnya menjatuhkan total 74 ribu liter air dalam 29 rit.
  • Tim gabungan melanjutkan pemadaman darat di medan terjal dan berpasir, sementara seluruh akses wisata Bromo ditutup; tidak ada korban jiwa dilaporkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur (Jatim), belum sepenuhnya terkendali. Hingga Rabu (12/8/2026) malam, titik api masih terpantau di kawasan Pakis Bincil hingga Bukit Cinta yang mengarah ke Sruni Point, Dingklik.

Luas area yang terdampak kebakaran kini mencapai sekitar 921,42 hektare. Angka tersebut masih dapat berubah karena pendataan luas lahan terbakar terus dilakukan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, penanganan masih dilakukan melalui jalur darat dan udara. Namun, operasi pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama medan terjal, angin kencang, serta kabut dan asap tebal.

“Medannya terjal sehingga menyulitkan tim pemadam manual untuk menjangkau titik api. Angin yang kencang juga membuat api cepat meluas,” ujarnya berdasarkan laporan perkembangan penanganan karhutla Gunung Bromo, Rabu (12/8/2026).

Kondisi cuaca bahkan memaksa tiga helikopter yang dikerahkan untuk water bombing menghentikan operasi pada siang hari.

Helikopter PK-DAP berhenti beroperasi sekitar pukul 12.20 WIB. Dua menit sebelumnya, PK-DBM menghentikan operasi pada pukul 12.19 WIB. Sementara PK-DAN menghentikan water bombing pada pukul 12.50 WIB.

Penghentian dilakukan karena jarak pandang atau visibility terganggu kabut dan kepulan asap.

Meski demikian, operasi udara sepanjang Rabu telah menjatuhkan total 74 ribu liter air dalam 29 rit water bombing ke kawasan yang menjadi sasaran pemadaman.

Helikopter PK-DAP dengan kapasitas 1.000 liter melakukan delapan rit dengan total 8.000 liter air. PK-DBM juga mengangkut 6.000 liter dalam enam rit. Sementara itu, PK-DAN dengan kapasitas 4.000 liter melakukan 15 rit dan menjatuhkan sekitar 60 ribu liter air.

Penanganan dari darat juga terus dilakukan. Tim gabungan memprioritaskan pemadaman di kawasan Bukit Cinta menuju Sruni Point, serta Pusung Duwur di wilayah Dingklik.

Namun, medan menjadi tantangan besar. Jalur yang terjal membuat petugas kesulitan mendekati titik api secara manual. Di bagian bawah kawasan Dingklik, jalur berpasir tebal juga memperlambat mobilisasi kendaraan pemadam.

“Cuaca juga kurang mendukung. Kabut dan kepulan asap yang cukup tebal memengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi water bombing,” kata Gatot.

Hingga pukul 18.00 WIB, api masih terpantau di kawasan Pakis Bincil dan Bukit Cinta yang mengarah ke Sruni Point, Dingklik. Angin di lokasi tercatat bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 5,6-18,5 kilometer per jam. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai karena dapat memengaruhi arah dan kecepatan penyebaran api.

BPBD Jatim menyebut vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Untuk operasi udara berikutnya, kondisi cuaca masih menjadi perhatian. Evaluasi meteorologi Lanud Abdulrachman Saleh menunjukkan adanya potensi fog atau mist pada pagi hari. Ketebalannya dipengaruhi sirkulasi udara.

Selain itu, pada ketinggian 1.000-4.000 kaki terdapat potensi gusting, yakni peningkatan kecepatan angin yang dapat memengaruhi penerbangan. Sekitar pukul 05.00-07.00 WIB, proses evaporasi juga berpotensi menurunkan jarak pandang.

Karena itu, target dan koordinat titik water bombing untuk operasi berikutnya diminta sudah disiapkan dari darat agar penerbangan dapat langsung diarahkan ke sasaran ketika kondisi memungkinkan.

Sementara itu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menutup seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

BPBD Jatim bersama BNPB, TNBTS, BPBD empat kabupaten di sekitar kawasan Bromo, TNI, Polhut, pemadam kebakaran, relawan peduli api dan masyarakat terus melakukan penanganan serta pemantauan perkembangan kebakaran.

Gatot memastikan koordinasi lintas instansi tetap dilakukan untuk memantau titik api, arah angin, kondisi cuaca serta menentukan strategi pemadaman. “Korban nihil,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More