Karhutla Bromo Masih Tak Terbendung, Api Hanguskan 899,38 Ha Hutan

- Karhutla di kawasan Gunung Bromo belum terkendali dan telah menghanguskan 899,38 hektare vegetasi, dengan titik api masih terpantau di Pusung Duwur Dingklik.
- Medan terjal, angin kencang, kabut, dan asap menghambat pemadaman darat maupun udara; titik api di Pakis Binci Dingklik aktif kembali serta muncul di Penanjakan.
- Tiga helikopter mengerahkan total 36.000 liter air untuk water bombing dari Ranupani dan Ranu Regulo, didukung SRU darat TNI AU serta drone Pusgeos AU.
Malang, IDN Times - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo masih belum bisa diatasi. Api terus menghanguskan vegetasi hutan yang terdiri dari cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Hingga saat ini, upaya pemadaman masih dilakukan baik dari darat maupun udara.
1. BPBD Jatim sebut karhutla membakar hampir 900 hektare lahan

Penanganan karhutla di Gunung Bromo. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto mengungkapkan kalau luas area terbakar kini mencapai 899,38 hektare. Sementara titik api yang terpantau saat ini ada di area Pusung Duwur wilayah Dingklik mengarah ke utara. Sehingga tim gabungan dibagi 2 SRU untuk melakukan penanganan darat di area Pusung Duwur wilayah Dingklik di bagian atas dan bagian bawah.
"Kalau dari arah Ngadas (Kabupaten Malang) dan Probolinggo masih terpantau kepulan asap di wilayah P30. Lalu cuaca saat ini berawan hingga udara kabur dengan arah angin selatan dengan kecepatan 05-37 km/jam," terangnya pada Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan jika kendala dalam pemadaman ini adalah medan terjal sehingga menyulitkan tim pemadam manual untuk menjangkau titik api. Kemudian angin yang kencang membuat api cepat meluas.
2. Operasi water bombing hari ini terkendala kabut dan asap

Helikopter yang melakukan water boombing di Gunung Bromo. (Dok. BB TNBTS) Gatot mengungkapkan juga jika titik api di wilayah Pakis Binci Dingklik yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan kembali terpantau aktif. Kemudian juga muncul titik api baru di kawasan Penanjakan, sehingga ketiga helikopter akan melaksanakan operasi pembasahan (wetting) dan water bombing pada lokasi-lokasi tersebut. Menurutnya, operasi water bombing pada titik api di kawasan Penanjakan hanya dapat dilakukan oleh helikopter PK-DAN, mengingat ketinggian lokasi tidak dapat dijangkau oleh 2 helikopter lainnya, yaitu helikopter PK-DAP dan PK-DBM.
"Kalau berdasarkan pengalaman pelaksanaan operasi selama beberapa hari terakhir, kendala utama dalam kegiatan water bombing adalah kondisi nol jarak pandang atau zero visibility. Sehingga helikopter tidak dapat melanjutkan operasi karena aspek keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas utama," jelasnya.
Gatot juga menambahkan kalau hari ini akan ada bantuan SRU darat dari TNI AU. Drone Pusgeos AU akan disiagakan untuk membantu giat water bombing.
3. Hari ini sebanyak 36 ribu liter air digunakan untuk water bombing

Pengambilan air untuk water boombing di Ranupani. (IDN Times/Istimewa) Lebih lanjut, Gatot menyampaikan kalau total keseluruhan water bombing hari ini telah mencapai 36 ribu liter air. Air yang digunakan untuk melakukan pembasahan diambil dari Ranupani dan Ranu Regulo.
"Hari ini ada 3 helikopter yang melakukan water bombing. Helikopter PK-DAP melakukan 4 Rit dengan total membawa sebanyak 4 ribu liter air, helikopter PK-DBM total ada 4 Rit sengan membawa sebanyak 4 ribu liter air, dan helikopter PK-DAN total 7 Rit dengan total membawa 28.000 liter air," pungkasnya.
















