Karhutla Bagai Badai Api, Gunung Bromo Ditutup Total

- Api karhutla di Gunung Bromo kembali membesar dan meluas pada Sabtu malam, membakar kawasan Kaldera Bromo setelah sebelumnya sempat melambat.
- BB TNBTS menutup total seluruh akses wisata Gunung Bromo sejak pukul 22.00 WIB hingga waktu belum ditentukan demi pemadaman serta keselamatan pengunjung.
- Wisatawan yang sudah membeli tiket dapat mengajukan penjadwalan ulang atau pengembalian dana, sementara masyarakat dan pelaku wisata dilarang memasuki kawasan TNBTS.
Malang, IDN Times - Setelah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gunung Bromo sempat melambat, pada Sabtu (8/8/2026) malam api kembali membesar. Terlihat dari video yang beredar, api kembali tidak bisa kendalikan dan semakin meluas.
1. BB TNBTS menutup total kawasan Gunung Bromo

Kepala Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha membenarkan jika pada Sabtu malam api kembali tidak bisa dikendalikan. Api kini membumi hanguskan kawasan Kaldera Bromo dan terus meluas. Oleh karena itu, objek wisata Gunung Bromo ditutup total demi keselamatan wisatawan.
"Kami menutup kunjungan Wisata Bromo dari semua pintu masuk yaitu pintu masuk Cemorolawan (Kabupaten Probolinggo), Wonokitri (Kabupatem Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta Senduro (Kabupaten Lumajang). Penutupan ini dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung," terangnya.
Rudijanta mengatakan kalau penutupan secara efektif berlaku sejak hari inj pukul 22.00 WIB sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ia berharap tidak ada wisatawan yang nekat masuk ke kawasan Gunung Bromo karena tidak aman.
2. Wisatawan yang terlanjur memesan tiket bisa melakukan re-shcedule atau refund

Rudijanta mengatakan kalau saat ini situasi di Gunung Bromo benar-benar gawat sejak api kembali tidak bisa dikendalikan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau wisatawan yang terlanjur memesan tiket melalui website agar melakukan re-schedule atau refund.
"Bagi pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket masuk melalui aplikasi booking online untuk kunjungan selama masa penutupan, akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (re-schedule) atau pengembalian uang (refund). Syarat yang perlukan dilaku hanya dengan melengkapi formulir yang kami sampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS," jelasnya.
3. Masyarakat saat ini benar-benar dilarang masuk ke kawasan Gunung Bromo

Lebih lanjut, Rudijanta kembali memperingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan Gunung Bromo. Selain membahayakan diri sendiri, kehadiran pihak tidak berkepentingan akan mengganggu jalannya pemadaman api.
"Kami menghimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata, agar tidak melakukan aktivitas wisata di kawasan TNBTS. Kami minta juga untuk menjaga kawasan TNBTS dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," pungkasnya.


















