Bentrok di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dibakar-Dirusak

- Bentrokan antarwarga terjadi di Kecamatan Sukorejo, Pasuruan, pada Senin malam setelah rombongan dari Malang mengalami aksi saling hadang di Jalan Raya Surabaya-Malang.
- Situasi memanas hingga massa menyerang kendaraan dinas polisi: satu mobil patroli Polsek Sukorejo terbakar, sementara dua kendaraan lainnya mengalami kerusakan.
- Polres Pasuruan masih mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pihak terlibat, serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
Pasuruan, IDN Times- Bentrokan antar warga terjadi di wilayah Kecamatan Sukorejo Pasuruan Senin (10/8/2026) malam. Tiga mobil polisi menjadi sasaran amukan massa, ada yang dibake hingga dirusak.
Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Harto Cahyono mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika sekelompok orang melintasi dari arah selatan ke utara di Jalan Raya Surabaya-Malang, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan. Mereka diketahui lewat jalan tersebut setelah mengikuti kegiatan di Malang.
“Kejadian bermula saat rombongan masyarakat yang melintas usai mengikuti kegiatan di wilayah Malang mengalami aksi saling hadang di sekitar Kecamatan Sukorejo,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Situasi semakin memanas. Massa menyasar mobil dinas polisi. Tiga mobil dirusak hingga dibakar.
“Situasi memanas dan terjadi tindakan anarkis yang mengakibatkan kerusakan terhadap kendaraan dinas kepolisian,” ungkap dia.
Atas situasi yang semaki memanas itu, personel polisi mengarahkan rombongan ke area Mapolsek Sulorejo.. Hal ini untuk menghindari aksi bentrokan yang lebuh luas.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologis secara lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, satu unit kendaraan patroli Polsek Sukorejo hangus terbakar dan dua kendaraan dinas lainnya mengalami kerusakan. Seluruh kendaraan yang rusak telah dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan dan perbaikan.
“Bangunan Mapolsek Sukorejo bukan menjadi sasaran utama, melainkan lokasi pengamanan masyarakat yang dilakukan oleh petugas guna mencegah bentrokan antar kelompok,” ucapnya.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan secara intensif dengan mengumpulkan alat bukti dan mengidentifikasi pihak yang terlibat. Polisi juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.
“Polres Pasuruan akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkas dia.

















