Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hujan Deras di Musim Kemarau, BMKG Jelaskan Penyebab Banjir Surabaya

Hujan Deras di Musim Kemarau, BMKG Jelaskan Penyebab Banjir Surabaya
Banjir di Surabaya, Senin (22/6/2026). (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Hujan deras di Surabaya pada 22 Juni 2026 menyebabkan banjir di 17 titik, meski wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau.
  • BMKG menjelaskan banjir dipicu pola angin konvergensi serta atmosfer labil dan lembap yang memicu pembentukan awan Cumulonimbus penghasil hujan lebat.
  • Pemkot Surabaya menyiapkan proyek pengendalian banjir seperti pembangunan rumah pompa Nginden dan saluran drainase Tambak Mayor-Tanjungsari untuk meningkatkan kapasitas penanganan genangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Hujan lebat yang mengguyur Kota Surabaya sejak Senin (22/6/2026) dini hari hingga menyebabkan banjir di sedikitnya 17 titik dipicu oleh kondisi atmosfer yang masih mendukung terbentuknya awan hujan. Meski saat ini wilayah Jawa Timur (Jatim) telah memasuki musim kemarau.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi menjelaskan, banjir yang melanda Surabaya dipicu oleh adanya pola angin konvergensi yang membuat massa udara berkumpul di satu wilayah. Kondisi tersebut diperkuat dengan atmosfer yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga menengah.

"Kejadian banjir di wilayah Kota Surabaya pada hari Senin, 22 Juni 2026 disebabkan oleh pola angin konvergensi yang didukung kondisi atmosfer yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga menengah, sehingga mendukung terjadi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang signifikan dan dapat menghasilkan hujan sedang hingga lebat," ujarnya kepada IDN Times.

Akibat hujan deras yang turun sejak subuh, sejumlah kawasan di Surabaya terendam banjir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat sedikitnya terdapat 17 titik genangan, di antaranya di kawasan Tanjungsari, Simo Hilir, Medokan, Menur, Panjang Jiwo, Bandulan, Jalan Lusi, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Imam Bonjol, Nginden, hingga Ngagel.

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyebut banjir tidak hanya dipengaruhi tingginya intensitas hujan, tetapi juga bertepatan dengan kondisi pasang air laut. Akibatnya, aliran air dari sungai menuju laut terhambat sehingga rumah pompa tidak dapat beroperasi secara optimal untuk membuang genangan.

Selain faktor pasang laut, Pemkot Surabaya juga melakukan identifikasi terhadap kemungkinan adanya sumbatan saluran yang berkaitan dengan proyek drainase yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah wilayah.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Surabaya telah menyiapkan sejumlah proyek pengendalian banjir pada 2026. Di antaranya pembangunan rumah pompa di kawasan Nginden serta pembangunan saluran drainase di kawasan Tambak Mayor-Tanjungsari guna meningkatkan kapasitas pengendalian genangan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More