Kebangetan, 7 Pompa Air Milik Petani di Magetan Dicuri

- Tujuh pompa air milik empat petani di Desa Bogorejo, Magetan, dicuri dalam satu malam saat musim kemarau, menyebabkan gangguan serius pada pengairan sawah.
- Kerugian akibat pencurian diperkirakan mencapai Rp17,5 juta dan membuat petani kesulitan mencari pompa pengganti untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian.
- Maraknya pencurian alat pertanian membuat warga berjaga malam di sawah, sementara polisi telah menyelidiki kasus ini demi mencegah ancaman terhadap produksi pangan daerah.
Magetan, IDN Times ā Aksi pencurian belakangan masih marak di sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bila sebelumnya sepeda gunung hingga laptop raib digondol maling, kali ini menyasar peralatan pertanian. Sebanyak tujuh unit pompa air milik petani di Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, hilang digondol maling dalam satu malam. Mirisnya, kejadian ini terjadi di tengah musim kemarau, saat kebutuhan air untuk lahan pertanian sedang tinggi-tingginya.
Hilangnya pompa air tidak hanya menimbulkan kerugian materi mencapai belasan juta rupiah, tetapi juga mengancam kelancaran pengairan sawah yang menjadi penopang produksi padi di wilayah tersebut.
Salah satu korban, Amir Saripudin, mengatakan dua unit pompa miliknya diketahui hilang saat dirinya hendak mengairi sawah pada Jumat malam (19/6/2026). Padahal, beberapa jam sebelumnya pompa tersebut masih berada di lokasi.
"Saya datang sekitar pukul 20.00 WIB mau menyalakan mesin, ternyata sudah hilang. Besoknya diketahui total ada tujuh pompa milik beberapa petani yang dicuri," ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Amir, tujuh pompa yang hilang merupakan milik empat petani. Selain dirinya yang kehilangan dua unit, petani bernama Kasno kehilangan tiga unit, sedangkan sisanya milik Dodi dan Gatot.
1. Pengairan sawah terganggu

Pencurian tersebut terjadi pada saat yang tidak tepat bagi petani. Memasuki musim kemarau, sebagian besar lahan pertanian sangat bergantung pada pompa air untuk menjaga pasokan air ke sawah.
Akibat kehilangan pompa, jadwal pengairan yang biasanya dilakukan setiap dua hari sekali terpaksa tertunda. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada pertumbuhan tanaman padi apabila tidak segera teratasi.
"Biasanya dua hari sekali sawah harus dialiri air. Karena pompa hilang, kami harus mencari pompa pengganti terlebih dahulu. Kalau terlambat, tentu tanaman bisa terdampak," katanya.
Kesulitan lain yang dihadapi petani adalah terbatasnya ketersediaan pompa pengganti. Di sisi lain, sebagian besar modal mereka telah digunakan untuk kebutuhan produksi selama musim tanam.
2. Kerugian capai belasan juta rupiah

Kepala Desa Bogorejo, Ari Supriadi, membenarkan adanya laporan kehilangan tujuh unit pompa air tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, pencurian diduga terjadi setelah waktu Magrib ketika area persawahan mulai sepi.
Menurut Ari, total kerugian yang dialami para petani diperkirakan mencapai Rp17,5 juta. Perhitungan tersebut mengacu pada harga satu unit pompa yang berkisar Rp2,5 juta.
"Petani harus segera mencari pompa lagi agar sawah tetap bisa diairi. Kalau tidak segera diganti, tentu akan mengganggu pengelolaan lahan pertanian," ujarnya.
Ia menilai pencurian alat pertanian seperti pompa air tidak bisa dianggap sebagai tindak kriminal biasa. Sebab, alat tersebut merupakan sarana utama yang mendukung produksi pangan, terutama saat musim kemarau.
3. Warga jaga sawah pada malam hari

Keresahan petani semakin meningkat karena kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah sekitar. Empat hari setelah kejadian di Bogorejo, pencurian pompa air kembali terjadi di Desa Karangsono yang berbatasan langsung dengan desa tersebut.
Maraknya aksi pencurian membuat sejumlah petani memilih berjaga secara bergiliran di area persawahan pada malam hari. Mereka khawatir kehilangan peralatan pertanian lainnya yang bernilai tinggi dan sulit diganti.
Sementara itu, kasus pencurian tujuh pompa air telah dilaporkan ke Polsek Barat. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari para korban.
Di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi pertanian dan menjaga ketahanan pangan, maraknya pencurian sarana produksi menjadi ancaman yang perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, jika petani kesulitan mengakses air saat musim kemarau, bukan hanya hasil panen yang terancam, tetapi juga stabilitas produksi pangan di tingkat daerah.

















