Comscore Tracker

8.080 Balita di Surabaya Terjangkit Pneumonia

Didominasi usia 0 sampai 5 tahun

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 8.080 balita di Surabaya terjangkit Pneumonia sepanjang tahun 2022. Kasus tersebut didominasi balita berusia 0 sampai 5 tahun.

1. 11.512 kasus pneumoni paling banyak terjadi pada balita

8.080 Balita di Surabaya Terjangkit Pneumoniapixabay.com

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, kasus Pneumonia seluruhnya di Surabaya adalah 11.512 kasus. Paling banyak terjadi pada balita.

"Karena usia tersebut merupakan usia rentan, dimana kekebalan tubuh belum terbentuk secara optimal. Lebih lanjut, berdasarkan deteksi dini ISPA Pneumonia di Surabaya untuk semua usia terdapat 11.512,” ujar Nanik.

Pneumonia sendiri disebabkan infeksi virus, bakteri atau jamur. Gejala yang ditimbulkan adalah batuk, pilek hingga sesak.

Baca Juga: Selain Pneumonia, Ini 7 Wabah Penyakit yang Pernah Menguasai Dunia

2. Anak-anak sering bertemu banyak orang

8.080 Balita di Surabaya Terjangkit Pneumoniailustrasi pneumonia varicella (commons.wikimedia.org/Mikael Häggström)

Nanik menjelaskan, penyebab anak-anak mudah terpapar Pneumonia lantaran, anak-anak sering berinteraksi dengan banyak orang, serta mengunjungi berbagai tempat. Sehingga berisiko terpapar virus/kuman penyebab infeksi saluran pernapasan menjadi lebih besar dibanding usia bayi 0 - 1 tahun .

"Kelompok yang rentan tersebut adalah balita terutama dengan status imunisasi yang tidak lengkap, status gizi kurang/buruk atau yang tidak mendapat ASI dalam jumlah yang cukup," kata dia. 

3. Berbagai langkah pencegahan Pneumonia

8.080 Balita di Surabaya Terjangkit Pneumoniahealthline.com

Untuk melalukan pencegahan Pneumonia pada balita, pihaknya telah melalukan berbagai upaya, di antaranya upaya deteksi dini penemuan kasus. Kemudian, memberikan akses pengobatan sesuai indikasi medis.

"Melakukan kegiatan imunisasi kejar agar seluruh balita dapat terlindungi dari penyakit menular dan terbentuk herd immunity. Serta melakukan pemantauan tumbuh kembang balita melalui posyandu dan melakukan intervensi gizi bagi balita gizi kurang/buruk," tandasnya.

Baca Juga: Cegah Pneumonia, Mulai Tahun Ini Semua Anak Bakal Divaksin PCV

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya