Comscore Tracker

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19

Terima kasih atas jasamu, dok

Surabaya, IDN Times - Jawa Timur sebagai provinsi dengan angka kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia sudah banyak menelan korban jiwa. Tak hanya warga biasa, para dokter yang berjuang menangani pasien juga turun kehilangan nyawanya. Berikut daftar dokter di Jatim yang meninggal dunia akibat COVID-19.

1. Berkatnu Indrawan Janguk

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr. Berkatnu Indrawan Janguk meninggal /twitter @blogdokter

Berkatnu sehari-sehari bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soewandhie Surabaya. Namun, pengabdiannya harus terhenti usai terpapar COVID-19 dari pasien yang ia tangani pada Selasa (28/4). Diketahui, Berkatnu tertular oleh salah seorang pasiennya asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Namun, pasien itu disebut tidak jujur atas riwayat perjalanannya sehingga tidak terindikasi COVID-19 secara cepat.

Setelah diketahui positif COVID-19, Berkatnu pun langsung dirawat secara intensif. Bahkan dua kali tes swab PCR terakhir menunjukkan hasil negatif virus corona atau ia dinyatakan sembuh.

“Pertama kali almarhum ambil swab itu tiga minggu yang lalu dan hasilnya positif. Terus swab lagi negatif, terus swab lagi negatif. Tapi, ternyata tubuhnya tidak bisa membentuk imun,” ujar Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Febria Rachmanita.

2. Boedhi Harsono

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Boedhi Harsono. Instagram.com/PB IDI

Boedhi Harsono adalah salah seorang anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, yang meninggal dunia pada Senin (18/5) pukul 22.06 WIB. Ia meninggal dunia setelah dirawat di salah satu rumah sakit swasta rujukan COVID-19.

Ketua IDI Jatim, Sutrisno menjelaskan bahwa usia Boedhi memang tak lagi muda yaitu 60 tahun. Pada usia tersebut memang rentan terpapar COVID-19. Apalagi rupanya, Boedhi juga memiliki penyakit bawaan hingga membuatnya tak bisa bertahan melawan COVID-19.

"Ada penyakit lain yg diderita juga, selain umur yang lebih dari 60 tahun," ujar Sutrisno.

3. Ignatius Stanislaus Tjahjadi

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ignatius Stanislaus Tjahjadi. Dokumentasi PAPDI

Ignatius Stanislaus Tjahjadi meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada Minggu (31/5) di ruang ICU RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya. Ketua Gugus Tugas Kuratif Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi menjelaskan bahwa Tjahjadi sehari-hari menangani pasien COVID-19 di RS Adi Husada Undaan Weran.

"Beliau menangani COVID-19 karena ahlinya itu. Sars cov 2 itu virus yang sangat menular. Tidak peduli siapa pun," tutur Joni sembari menahan air mata melihat video pengantaran peti mati Tjahjadi yang diiringi lagu gugur bunga, Selasa (2/6).

Joni menjelaskan bahwa Tjahjadi adalah seorang sosok dokter senior yang sangat ahli di bidangnya. Ia merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan segudang pengalaman terutama menangani penyakit dalam di Kota Surabaya.

4. Hilmi Wahyudi

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr.Hilmi Wahyudi. Dokumentasi IDI

Dokter yang bertugas di garda terdepan penanganan COVID-19 di Jawa Timur terus berguguran. Seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Mabarrot MWC NU Gresik, Hilmi Wahyudi gugur akibat corona, Jumat (29/5/2020). Ia meninggal dalam status sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di rumah sakit Ibnu Sina Gresik. 

5. Miftah Fawzy Sarengat

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Miftah Fawzy Sarengat. Instagram.com/PB IDI

Miftah Fawzy Sarengat merupakan dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan turut terlibat selama penanganan COVID-19 di RSUD dr. Soetomo. Ia meninggal dunia pada Rabu (10/6). Ia memang merupakan pasien COVID-19 namun tak ada penjelasan secara lebih detil sejak kapan Miftah terkonfirmasi positif COVID-19 dan dirawat secara intensif.

Rekan almarhum, Sonny Fadli mengatakan bahwa Miftah merupakan sosok pekerja keras dan low profile. “Beliau teman saya, alumni FK Unair angkatan 2006. Status beliau saat wafat sebagai PPDS Ilmu Penyakit dalam FK Unair/RSUD dr. Soetomo,” ujarnya kepada IDN Times.

Rekan-rekannya, lanjut Sonny, merasakan kehilangan yang mendalam atas berpulangnya Miftah. "Semoga segala dosa beliau diampuni, amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.”

6. Bendrong Moediarso

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr. Bendrong Moediarso. Dokumentasi IDI

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali berduka, seorang dokter bernama Bendrong Moediarso gugur akibat COVID-19, Jumat (12/6/2020). Bendrong merupakan Kepala Gedung Diagnostik Center RSUD Dr Soetomo Surabaya.

"Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan keikhlasan dalam cobaan ini. Amin YRA," cuti Ketua PB IDI, Daeng Faqih. 

7. Agus Pramono

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Kabar duka kembali datang dari dunia medis Sidoarjo. Seorang dokter bernama Agus Pramono gugus akibat COVID-19, Selasa (9/7/2020). Agus merupakan kepala Puskesmas Kedung Solo selama empat tahun terakhir. Ia sempat dirawat selama 10 hari. Namun, takdir berkata lain, Agus yang memiliki komobid diabetes mengembuskan nafas terakhir pukul 02.00 WIB.

8. Abdul Choliq

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr. Abdul Choliq. Dokumentasi IDI

Seorang dokter yang bertugas di Probolinggo, bernama Abdul Choliq meninggal akibat terpapar COVID-19, pada Kamis, (27/7/2020). Choliq yang memiliki riwayat penyakit jantung ini awalnya mengeluh sakit. Ia kemudian memeriksakan diri ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Probolinggo. Setelah dilakukan tes swab, hasilnya positif. 

Pria 73 tahun itu kemudian dirawat di RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir di sana. Jenazah Choliq dimakamkan di Surabaya.

9. Muljohadi Ali

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr.Muljohadi Ali. Dokumentasi IDI

Universitas Brawijaya Malang kehilangan salah satu guru besar mereka. Ia adalah Prof. DR. Dr. R Mohammad Muljohadi Ali, Sp.FK. Muljohadi yang merupakan anggota IDI Cabang Malang Raya meninggal dunia di RSUD Saiful Anwar Malang, Selasa, (18/8/2020) karena COVID-19. Muljohadi adalah seorang guru besar Farmakologi di Universitas Brawijaya.

10. Djoko Wijono

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr. Djoko Wijono. Dokumentasi IDI

dr.Djoko Wijono meninggal pada Minggu (12/7/2020) akibat COVID-19. Ia gugur bersama tiga dokter lain hari itu. Selain dr.Djoko, ada juga dr.Budi Luhur dari Gresik, dr Deni Chrismono dari Surabaya, dan dr. Arief Agoestono dari Lamongan yang juga meninggal terpapar corona.

11. Deny Dwi Yuniarto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Deny Dwi Yuniarto. Dokumentasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang

Kisah kematian Deny cukup memilukan. Kedua orangtuanya merupakan tenaga kesehatan sudah terlebih dahulu meninggal dunia di waktu yang berdekatan. Ketika memeriksakan diri bersama istrinya yang juga dokter, keduana ternyata positif COVID-19.

Deny pun melakukan rawat inap di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. Namun lantaran kondisinya semakin memburuk, ia dirujuk ke Rumah Sakit Univesitas Airlangga. Nahas, dr. Deny mengembuskan nafas terakhirnya dan menyusul kedua orangtuanya pada Senin (15/6). 

12. Suharno

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Seorang dokter asal Ngadiluwih Kediri bernama dr.Suharno meninggal pada Senin (30/3/2020) karena COVID-19. Dokter yang berusia 82 tahun itu diduga terpapar virus corona dari pasiennya. Ia meninggal di RSUD Dr. Iskak Tulungagung dengan status Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Saat dirujuk ke Tulungagung, kondisi kesehatan Suharno dikabarkan sudah cukup buruk.

13. Dibyo Hardianto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Dokumentasi PB IDI

Dibyo Hardianto adalah dokter yang praktik di sebuah klinik kawasan Blega, Bangkalan. Ia meninggal dunia pada Senin (15/6) dengan status PDP. Kematian Dibyo hampir bersamaan dengan meninggalnya Denny. 

"Jadi beliaunya PDP, secara klinis ada gejala COVID-19, thorax foto juga positif (ada flek). Swab-nya masih menunggu, problemnya swab kan butuh waktu," ujar Sutrisno.

14. Anang Eka Kurniawan

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Dokumentasi IDI Bangkalan

Setelah kedua orangtua beserta Deny meninggal dunia, tak lama kemudian menyusul kakak Deny yang juga merupakan seorang dokter yaitu Anang Eka Kurniawan. Ia meninggal dunia pada Jumat (19/6) di kediamannya di Kota Surabaya.

Anang sehari-hari bertugas di Puskesmas Socah, Bangkalan. Namun Sutrisno tidak bisa menjelaskan apa penyebab kematian Anang. Ia belum mendapatkan informasi apakah Anang sudah melakukan tes swab PCR atau belum.

"Tidak ada data. Hasil tes belum ada," terang Sutrisno.

Baca Juga: [OPINI] Jenazah COVID-19 Jadi Bisnis Tenaga Medis, Betulkah?

15. Gatot Pramono

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Gatot Pramono. Dokumentasi Istimewa

Gatot Pramono meninggal dunia di tempatnya mengabdi, RSUD Sidoarjo pada Jumat (19/6). Sebelumnya Gatot telah dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Ia sehari-hari bertugas sebagai dokter di Instalasi Gawat Darurat RSUD Sidoarjo. Ia lah yang menjadi garda depan melayani para pasien di IGD sebelum mengetahui status konfirmasi COVID-19 pasien tersebut. Namun kini perjuangan Gatot harus terhenti lantaran turut terpapar COVID-19 hingga meninggal dunia.

Gatot diketahui telah dirawat secara intensif di ruang isolasi bertekanan rendah sejak Rabu (17/6). Selain terpapar COVID-19, ia juga memiliki penyakit bawaan lain yaitu diabetes melitus yang membuat keadaannya semakin memburuk. Diabetes melitus memang penyakit komorbid nomor satu yang dimiliki oleh para pasien COVID-19.

Baca Juga: Usai Dokter, Seorang Perawat RSUD Sidoarjo Meninggal Akibat COVID-19

16. Sukarno Kasmuri

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi dokter menggunakan masker (Unsplash.com/Ashkan Forouzani)

dr. Sukarno Kasmuri gugur setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) selama 15 hari. Almarhum sehari-hari bertugas di RSUD Sidoarjo.

Ketika masuk ke RSUA,  Sukarno langsung dirawat di IGD. Dia mengalami gejala mirip COVID-19. Kondisinya saat masuk rumah sakit sudah berat, ditambah lagi usianya yang sudah lanjut yakni 73 tahun. Kemudian ketika dites, ternyata benar dia terpapar virus SARS CoV-2.

"Waktu masuk berat (kondisinya), gagal napas, kemudian dipasang ventilator," jelas Juru bicara (Jubir) Tim Satuan Tugas (Satgas) RSUA, dr Alfian Nur Rasyid.

17. Arief Basuki

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Dokumentasi IDI Surabaya

Seorang dokter di Kota Surabaya kembali dilaporkan meninggal dunia akibat COVID-19, Selasa (30/6). Adalah dr. Arief Basuki yang sehari-hari bertugas sebagai dokter anestesi di Rumah Sakit (RS) Haji, Surabaya yang gugur saat bertugas.

"Iya (dr. Arief meninggal), semua dokter anestesi menangani pasien COVID-19. Dokter intensive care dia," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, dr. Brahmana ketika dihubungi IDN Times. Sebelum mengembuskan nafas terakhir, ia sempat dirawat selama sepekan di RSUD dr. Soetomo.

18. Putri Wulan Sukmawati

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Mendiang dr Putri Wulan Sukmawati. IDN Times/ Dok. Istimewa

dr Putri Wulan Sukmawati merupakan seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang mengambil fokus studi Ilmu Kesehatan Anak di FK Unair. Dia praktik di RSUD Dr. Soetomo.

Putri meninggal dunia pada Minggu malam (5/7/2020), pukul 23.58 WIB. Sebelumnya dia telah menjalani perawatan intensif selama 18 hari.

"Kami merawatnya dengan serangan infeksi virus yang sangat berat semasa di ICU. Dengan segala macam upaya sudah kami lalukan," terang Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Humas RSUD Dr. Soetomo dr Pesta Parulian Maurid Edwar.

Atas dedikasinya, FK Unair memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Putri, Senin (6/7/2020). 

"Kami selalu berusaha membekali dokter dengan pelindung. Sebagai seorang dokter, ancaman terinfeksi itu begitu besar dan ada di mana-mana," imbuh Pesta.

19. Pepriyanto Nugroho

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan bela sungkawa atas meninggalnya dokter di Kabupaten Blitar, IDN Times, istimewa

Seorang dokter di Kabupaten Blitar meninggal dunia dengan status positif COVID-19. Adalah dr Pepriyanto Nugroho (51). Pasien yang wafat saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Malang, Jumat (10/7/2020), sekitar pukul 13.00 WIB.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Blitar Krisna Yekti menerangkan, dokter ini diduga tertular saat menangani pasien yang didiagnosis mengalami gula darah di sebuah klinik swasta di daerah Wlingi. Pasien perempuan asal Kecamatan Gandusari itu dirawat selama tiga hari di klinik tersebut dan kemudian diperbolehkan pulang. Tak lama kemudian, pasien ini dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dengan status PDP usai merasakan sesak napas.

Baca Juga: Polemik Dokter Residen Unair Terpapar COVID-19, Begini Kata Kampus

20. Deni Chrismono Raharjo

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Mendiang dr Deni Chrismono Raharjo. Dok. IDI Surabaya

dr Deni Chrismono Raharjo tutup usia pada Minggu (12/7/2020). Sehari-hari dia bertugas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya. Rumah sakit tersebut menjadi salah satu rujukan pasien COVID-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr Brahmana Askandar mengungkapkan, dr Deni meninggal dunia di RSUD dr. Soetomo. Sebelum meninggal, dr Deni mengalami gejala berat setelah terpapar virus corona. "Sempat dirawat selama dua minggu di RSUD dr Soetomo," ungkapnya.

Jenazah dr Deni dimakamkan di Keputih. Lokasi tersebut merupakan area pemakaman khusus jenazah COVID-19.

21. Arief Agoestono Hadi

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19IDN Times/Mia Amalia

Seorang dokter di Lamongan bernama Arief Agoestono Hadi meninggal akibat COVID-19 pada Minggu, (12/7/2020). Ia gugur setelah beberapa hari menjalani perawatan medis di rumah sakit. "Iya mas meninggal dunia karena COVID-19," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lamongan Eko Wahyuhono saat dikonfirmasi IDN Times melalui sambungan telepon, Senin siang (13/7/2020).

Tidak hanya Arief Agoestono Hadi, sang Istri juga meninggal dunia sehari sebelumnya. "Betul mas, istri beliau (Hadi) juga meninggal dunia dan hasil swab keduanya dinyatakan terjangkit virus corona," kata Eko.

22. Budi Luhur

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Dokumentasi IDI Gresik

Kabar duka kembali menyelimuti tenaga medis di Kabupaten Gresik. Kali ini seorang Kepala Puskesmas Selempit, Kecamatan Kedamean, Gresik, dr. Budi Luhur meninggal dunia akibat terjangkit COVID-19, Minggu (12/72020). Dokter Puskesmas yang dikenal sangat ramah tamah tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama empat hari di RS Wates Husada, Gresik.

Baca Juga: Dokter di Gresik Meninggal Akibat COVID-19

23. M. Ali Arifin

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Mendiang dr M. Ali Arifin. Dok. IDI Jawa Timur

dr M. Ali Arifin meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2020). dr Ali merupakan anggota IDI cabang Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, mendiang adalah kader Partai Keadailan Sejahtera (PKS). Dia menjabat sebagai Ketua Gerakan Nasional Tanggap Bencana (Genta) COVID-19 Jatim.

dr Ali diduga terpapar virus corona ketika terjun langsung memberikan bantuan ke masyarakat. Dia juga acap kali ke puskesmas-puskesmas di Jatim, khususnya Sidoarjo. Sebelum meninggal, dr Ali dikabarkan sempat menjalani perawatan medis selama 3 minggu.

"Kami sangat kehilangan. Orangnya sangat ringan tangan, sabar dan selalu tersenyum menghadapi segala kondisi. Beliau selalu turun ke bawah, posisinya di tanggap bencana," ucap  Sekretaris DPW PKS Jatim Lilik Hendarwati kepada IDN Times.

24. Sony Putrananda

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

dr Sony Putrananda (59) meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Selasa malam (28/7/2020). Dokter asal Kota Blitar itu diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan jantung.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Blitar Hakim Sisworo mengatakan, dr Sony awalnya mengikuti rapid test dengan hasil reaktif. Dia lalu dirujuk ke RS Persada Malang. Di rumah sakit ini pasien di-swab dengan hasil terkonfirmasi positif corona.

Hasil ini belum bisa diakui, sebab RS Persada belum terdaftar sebagai rumah sakit rujukan pasien virus corona. Pasien kemudian dirujuk di RSSA dan kembali di-swab. Hingga kini hasil swab kedua belum keluar meskipun dr Sony sudah meninggal dunia.

"Status pelaporannya tertunda karena RS Persada yang melaksanakan tes swab belum terdaftar sebagai RS Rujukan COVID-19 di Dinkes. Hasil tes swab-nya positif. Tetapi, kami masih menunggu data hasil tes swab dari Kemenkes," kata Hakim, Rabu (29/7/2020).

25. Sulis Bayusentono

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr Sulis Bayusentono semasa hidup. IDN Times/Dok. Istimewa

dr Sulis Bayusentono M.Kes, SpOT meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Selasa petang (18/8/2020). Berdasarkan riwayat medis, Sulis diketahui tidak memiliki komorbid yang memperparah kesehatannya.

dr Sulis merupakan staf pengajar Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair). Sulis juga tercatat sebagai staf RSUD dr Soetomo.

Kepala Instalasi PKRS dan Humas RSUD dr. Soetomo dr. Pesta Parulian Maurid Edwar SpAn menjelaskan, dr Sulis tidak memiliki penyakit penyerta.

"Iya, tidak ada komorbid. Sejauh ini gak ada komorbid yang memberatkan, ada asma tapi gak jelas (bukan riwayat penyakit) gitu loh. Sedikit agak obesitas, tapi gak terlalu gemuk juga," jelas Pesta.

Baca Juga: Tanpa Komorbid, Dokter Unair Meninggal akibat COVID-19

26. Ach. Chusnul Chuluq

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan belasungkawa untuk dr Ach Chusnul Chuluq Ar, MPH. Dok IDI Malang Raya

dr Ach. Chusnul Chuluq Ar, MPH meninggal dunia pada pukul 04.31 WIB di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jumat (21/8/2020). Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Djoko Heri menjelaskan, almarhum pernah tercatat sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB). Sepengetahuan pihaknya, dr Chusnul Chuluq tidak mempunyai riwayat penyakit.

"Hanya usia lanjut saja," jelasnya.

dr Chusnul Chuluq termasuk sosok senior yang sering menjadi teladan bagi rekan-rekan seprofesinya. Selama ini almarhum tidak menangani pasien COVID-19 secara langsung. Diduga, dia terpapar virus corona di tempat praktik pribadinya di kawasan Malangsuko, Tumpang, Kabupaten Malang. 

"Beliau sehari-hari hanya praktek di klinik pribadinya. Kebetulan beliau pasiennya cukup banyak," lanjut Djoko.

27. Rianto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr. Rianto. Dokumentasi IDI

Kabar duka kembali datang dari dunia medis. Seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban bernama Rianto meninggal dunia, pada 26 Agustus lalu di Jogjakarta. Sebelum meninggal dunia, almarhum diketahui melakukan perjalanan dengan keluarganya di Jogjakarta. Diduga karena kelelahan, almarhum terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Almarhum kemudian dibawa keluarganya ke rumah sakit di Jogjakarta. Kabar meninggalnya dokter spesialis kandungan itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Bambang Priyo Utomo. Bambang menyebut bahwa almarhum dr. Rianto sempat koma beberapa hari sebelum akhirnya meninggal dunia. "Hasil pemeriksaan medis mengarahnya ke COVID-19," ujarnya.

28. Boedi Warsono

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan belasungkawa untuk dr Boedi Warsono. IDN Times/Dok. Istimewa

dr Boedi Warsono meninggal dunia pada Minggu (6/9/2020). Almarhum merupakan salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang bertugas di beberapa rumah sakit di Kota Pahlawan.

"Benar (meninggal karena COVID-19)," jelas Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr. Brahmana saat dikonfirmasi IDN Times.

Salah satu tempat bertugas dr Boedi adalah Rumah Sakit Husada Utama. Namun, di sana dia sama sekali tidak menangani pasien COVID-19.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Boedi telah dirawat di Rumah Sakit Darmo Surabaya selama 12 hari. Dia masuk rumah sakit pada 25 Agustus 2020. 

"Beliau dirawat di ICU RS Darmo dengan istrinya," ucap Humas RS Husada Utama Redita.

29. Machmud

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Dr Machmud, ahli bedah syaraf di Kediri meninggal setelah terpapar COVID-19, IDN Times/ istimewa

Seorang dokter di Kediri meninggal dunia setelah dinyatakan positif COVID-19. Dokter tersebut bernama Dr Machmud SpBS, yang merupakan ahli bedah syaraf di RSUD Gambiran. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (09/9/2020) pukul 20.40. WIB, di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Direktur RSUD Gambiran, Dr Fauzan Adima membenarkan informasi ini. Almarhum merupakan salah satu dokter ahli bedah syaraf terbaik di Kota Kediri. Selama masa pandemik ini, alumni FK UGM tersebut dikenal sebagai sosok yang disiplin. Almarhum akan menegur mereka yang tidak pakai masker dengan baik. Bahkan di mobilnya tersedia stok masker kain untuk diberikan kepada orang-orang yang ditemui di jalan. Almarhum sempat menjalani perawatan selama kurang lebih tiga minggu akibat terpapar COVID-19, dan dinyatakan positif terjangkit corona pada tanggal 20 Agustus 2020.

Baca Juga: Kisah Dokter Penyintas COVID-19, Langsung Pakai Hazmat setelah Sembuh

30. Aman Teguh Pribadi

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan duka cita untuk dr Aman Teguh Pribadi. Dok. IDI Jatim

Satu lagi dokter di Malang meninggal dunia usai dinyatakan positif COVID-19. Adalah dr Aman Teguh pribadi yang meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RS Wava Husada.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang, Djoko Heri menerangkan, Aman meninggal dunia pada Rabu malam (16/9/2020), pukul 23.50 WIB. Sehari-hari Aman memang tidak terlibat langsung dalam penanganan COVID-19. Hanya saja, yang bersangkutan memang memiliki klinik pribadi di kawasan Bandulan, Kota Malang. Diduga Aman tertular dari pasien yang berobat ke klinik pribadinya.

"Sangat mungkin terkena dari tempat praktiknya sendiri. Sejauh yang kami tahu, beliau hanya praktek pribadi saja. Tidak ada informasi (menganai komorbid)," katanya, Jumat (18/9/2020). 

31. Tinny Endang Hernowati

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan duka cita untuk dr Tinny Endang Hernowati. Dok. IDI Malang Raya

Tinny Endang Hernowati, seorang dokter yang juga menjadi dosen di Universitas Brawijaya (UB) meninggal dunia akibat COVID-19. Ketua Satgas COVID-19 UB, Aurick Yudha Nagar menyebut bahwa Tinny mengembuskan napas terakhir pada Minggu (28/9/2020).

"Beliau ini sosok yang sangat dikenal di wilayah tersebut. Selain seorang dosen, beliau juga merupakan dokter patologi klinis," terangnya, Senin (28/9/2020).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya, Djoko Heri menjelaskan bahwa yang bersangkutan sebelum meninggal sempat dirawat di RS Saiful Anwar selama lebih dari dua pekan. Namun demikian, Djoko menambahkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki komorbid bawaan. Tambahan satu dokter meninggal tersebut membuat secara total sudah ada 5 dokter yang meninggal dunia di Malang Raya. 

"Setahu saya beliau ini sudah berusia lanjut saja," tandasnya.

32. Devid Erfiyanto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Devid Erfiyanto. Dokumentasi RSUD dr.Koesma

Tuban kembali kehilangan seorang tenaga medis akibat COVID-19. Dokter bernama Devid Erfiyanto gugur setelah terpapar virus corona, Kamis (1/10/2020). Pria yang sehari-hari bertugas di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr.Koesma Tuban tersebut memiliki riwayat penyakit diabetes. Sempat dirawat di rumah sakit tersebut, nyawa Devid tak terselamatkan. 

33. Fendy Wahyu Widodo

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr. Fendy Wahyu Widodo. Dokumentasi IDI Jawa Timur

Banyuwangi mencatatkan kasus pertama dokter yang meninggal karena terpapar COVID-19 pada Selasa, (13/10/2020). Dokter yang bertugas di salah satu klinik swasta di Muncar tersebut memiliki komorbid obesitas. 

"Iya betul, ada satu dokter meninggal positif COVID-19. Kita tidak bisa menentukan dia tertular di mana. Banyuwangi masuk daerah yang sudah transmisi lokal.
Saat ini yang penting, ketika seorang positif, tracing harus diperkuat," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono, saat dihubungi via telepon, Selasa (13/10/2020).

34. Siswanto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan duka cita untuk dr Siswanto. Instagram/idimalangraya

dr Siswanto meninggal dunia karena COVID-19 di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang, Senin (19/10/2020). Almarhum merupakan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB). Siswanto juga memiliki klinik pribadi di Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kasubbag Humas RSSA, Donny Iryan menjelaskan, almarhum dites COVID-19 pada 15 dan 16 Oktober 2020. Hasilnya, positif COVID-19.

"Meninggalnya di instalasi COVID-19 Saiful Anwar. Masuk rumah sakitnya tanggal 14 Oktober," jelasnya Selasa (20/10/2020).

35. Handrianto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19Dokter Handrianto meninggal dunia karena COVID 19, IDN Times

Handrianto merupakan seorang dokter asal Kabupaten Blitar. Pria yang akrab disapa dokter Hans ini meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah terkonfirmasi positif COVID-19, Kamis (22/10/2020) malam.

Ketua IDI Kabupaten Blitar, Didik Agus Gunawan mengatakan, dokter Hans diketahui juga mempunyai riwayat gangguan jantung. Namun karena usianya sepuh, usahanya untuk menjalani operasi ditolak oleh RS Harapan Kita Jakarta. Usia 74 tahun, lanjut Didik, dinilai tim medis beresiko tinggi jika harus menjalani operasi.
 
"Kalau asumsi saya, mungkin dokter Hans ini justru tertular dari anggota keluarganya ya. Karena beliau komorbid dan sudah sepuh, jadi memang kelompok rentan," ujarnya dikonfirmasi IDN Times, Jumat (23/10/2020).

36. Dwi Hariyanto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19drg. Dwi Hariyanto. Twitter.com/LaporCOVID19

Kabar duka kembali menerpa dunia kesehatan. Kali ini seorang dokter gigi (drg) Dwi Hariyanto dilaporkan meninggal dunia, Kamis (29/10/2020). Dia dipastikan terkonfirmasi COVID-19. Meninggalnya drg. Dwi menambah daftar panjang tenaga kesehatan yang gugur di medan pandemik.

Ketika dirawat di Rumah Sakit Siti Khodijah, drg. Syaf menyampaikan bahwa drg. Dwi tidak sendirian. Dia menyebut bahwa mendiang sempat dirawat bersama istrinya yang juga positif terjangkit virus SARS CoV-2. Tentang sebab meninggalnya, drg. Syaf menerima laporan kalau bukan murni COVID-19. Mendiang sempat mengalami gejala. Kemudian juga mempunyai penyakit penyerta atau komorbid. "Ada maag, ada komorbid DM (diabetes mellitus)," pungkasnya.

37. Samsul Arifin

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr. Samsul Arifin. rsisurabaya.com

Satu lagi tenaga kesehatan gugur akibat terpapar COVID-19, Sabtu (14/11/2020). Kali ini bukan hanya dokter biasa, dia adalah Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani, dr Samsul Arifin, MARS yang juga merupakan Wakil Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jawa Timur. Sempat bergejala batuk, ia pertama kali dinyatakan positif COVID-19 pada 25 Oktober 2020. Samsul kemudian dilarikan ke RSUD dr.Soetomo dan mengembuskan nafas terakhir di sana.

38. Andrianto Purnawan

Bertambah Lagi, Ini Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19dr.Andrianto Purnawan. Dokumentasi Universitas Airlangga

RSUD dr.Soetomo kembali kehilangan tenaga medisnya. Kali ini, seorang dokter bedah saraf bernama Andrianto Purnawan mengembuskan nafas terakhir akibat COVID-19, Rabu (18/11/2020). Andrianto diketahui terpapar COVID-19 sejak dua minggu lalu setelah melakukan uji PCR. Ketua Umum PB IDI, Daeng Mohamad Faqih menyebut Andrianto tak memiliki penyakit penyerta. Berdasarkan informasi yang ia terima, kondisi paru-paru Andrianto terus menurun sejak pertama kali dirawat

Topic:

  • Faiz Nashrillah
  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya