Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelajar di Surabaya Jadi Korban Pelecehan saat Naik Suroboyo Bus

Suroboyo Bus (commons.wikimedia.org/Bahnfrend)
Suroboyo Bus (commons.wikimedia.org/Bahnfrend)
Intinya sih...
  • Pelajar SMP di Surabaya mengalami pelecehan saat naik Suroboyo Bus bersama ibunya.
  • Peristiwa terjadi ketika korban dan ibunya turun di Halte Urip Sumoharjo, membuat korban trauma.
  • Warga menangkap pelaku setelah melihat korban menangis, namun pelaku sempat dihakimi sebelum polisi tiba.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Seorang perempuan pelajar SMP di Surabaya mendapat pelecehan saat naik Suroboyo Bus, Rabu (7/1/2026) sore. Korban saat itu naik bus bersama ibunya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun IDN Times, kejadian tersebut diketahui oleh warga saat korban dan ibunya turun di Halte Urip Sumoharjo Surabaya. Ketika itu, korban menangis ketakutan.

Salah satu Saksi, Ali (58) mengatakan, berdasarkan cerita korban, diduga pelecehan dilakukan saat pelaku sedang berdiri. Bahkan, korban mengaku trauma setelah kejadian itu.

"(Korban dan pelaku) sama-sama berdiri. Korbannya SMP, masih pakai seragam, anaknya terlihat trauma banget," ujar Ali.

Ali menyebut, setelah peristiwa di dalam bus itu, korban, ibunya dan pelaku turun di halte yang sama. Saat itu, warga yang melihat korban sedang menangis lalu mendatangi ibu korban dan mendapat cerita bahwa anaknya telah mendapatkan pelecahan oleh seorang pria yang baru saja ikut turun.

"Ibu dan anak turun halte sini, pelaku juga turun, karena anaknya ketakutan," jelas Ali.

Warga yang mengetahui terduga pelaku langsung kabur masuk ke dalam sebuah gang. Beruntungnya gang itu buntu, sehingga pelaku langsung ditangkap oleh warga.

"Pelaku lari. Pelaku gak ngaku sama sekali, sempat dipukul warga. Orangnya besar," ujarnya.

Setelah ditangkap warga, pelaku sempat dihakimi warga. Ali kemudian menelepon 110, sesaat kemudian Polsek Genteng datang untuk membawa pelaku.

Saat polisi datang, korban dan ibunya sudah pergi lebih dulu. Mereka pergi karena merasa trauma dengan kejadian itu.

"Suaminya datang, akhirnya mereka pergi supaya gak ada main hakim sendiri. Polisi datang, ibu sama anaknya sudah pergi, cuma ada pelaku sudah dibawa polsek," pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, Kapolsek Genteng, AKP Grandika Indera Waspada saat dikonfirmasi IDN Times, belum memberi jawaban.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Puting Beliung Terjang Terminal 1 Juanda, Puluhan Kendaraan Rusak

08 Jan 2026, 20:10 WIBNews