Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sudah 2 Pekan Langka, Harga Gas 3 Kg di Ngawi Tembus Rp35 Ribu

Sudah 2 Pekan Langka, Harga Gas 3 Kg di Ngawi Tembus Rp35 Ribu
Dua pekan, gas LPG 3 Kg di Ngawi langka. IDN Times/Riyanto.
Intinya Sih
  • Sudah dua pekan terakhir, warga Ngawi kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram karena kelangkaan yang membuat harga naik hingga Rp35 ribu per tabung.
  • Warga dan pedagang kecil terpaksa mencari gas ke berbagai tempat, bahkan sebagian menggunakan kayu bakar untuk memasak akibat stok yang menipis.
  • Pengecer mengaku pasokan dari pangkalan berkurang drastis, dari biasanya 50–60 tabung per minggu kini hanya sekitar 20 tabung, menyebabkan distribusi makin terbatas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ngawi, IDN Times – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir dan membuat warga kesulitan mendapatkan gas subsidi yang biasa digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Tak hanya langka, harga gas elpiji 3 kilogram juga melonjak cukup tinggi. Dari harga normal sekitar Rp22 ribu per tabung, kini di tingkat pengecer bisa mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu.

1. Warga sampai pakai kayu bakar untuk memasak

Riyanto
Dua pekan, gas LPG 3 Kg di Ngawi langka. IDN Times/Riyanto.

Di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, warga mengaku harus berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain untuk mencari gas. Namun sering kali mereka tidak mendapatkan stok karena sudah habis.

Akibatnya, sebagian warga terpaksa menggunakan kayu bakar agar tetap bisa memasak.

“Susah, Pak. Sejak puasa elpiji sudah langka. Kalau tidak ada, warga terpaksa pakai kayu bakar. Kalau pun ada harganya sudah Rp30 ribu ke atas,” ujar Warohmah, salah seorang warga.

2. Pedagang kecil ikut terdampak

Riyanto
Masyrakat mengaku kecewa 2 minggu sulit dapat gas elpiji 3 Kg. IDN Times/Riyanto.

Kelangkaan gas juga dirasakan pedagang makanan di pinggir jalan. Mereka harus mencari gas hingga ke desa tetangga demi tetap bisa berjualan.

Ayu Ekowati, pedagang ayam goreng di kawasan Kedunggalar, mengatakan harga gas yang mahal membuat biaya operasional meningkat. Meski begitu, ia tetap membeli karena gas merupakan kebutuhan utama untuk memasak.

“Susah mencari gas ke sana kemari. Harganya sampai Rp30 ribu sampai Rp35 ribu, tapi terpaksa tetap beli karena dipakai untuk jualan,” katanya.

3. Pasokan ke pengecer berkurang

Riyanto
Masyarakat pontang panting cari gas elpiji 3 Kg yang saat ini hilang dari pasaran. IDN Times/Riyanto.

Sementara itu, pengecer gas mengaku kesulitan memenuhi permintaan warga karena pasokan dari pangkalan berkurang.

Salah seorang pengecer, Margo Sampun, mengatakan sebelumnya ia bisa mendapatkan sekitar 50 hingga 60 tabung elpiji 3 kilogram setiap minggu. Namun kini hanya menerima sekitar 20 tabung saja.

“Sekarang saya cuma dijatah 20 tabung per minggu. Dulu bisa 50 sampai 60 tabung. Katanya barangnya memang langka,” ungkapnya.

Kelangkaan elpiji 3 kilogram ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Kedunggalar, tetapi juga dilaporkan terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Widodaren.

Warga berharap distribusi gas segera kembali normal, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan rumah tangga semakin meningkat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More