Madiun, IDN Times — Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki berinisial IZ (sekitar 5 tahun) di Rumah Sakit Hermina Madiun. Korban meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai atas gedung rumah sakit pada Rabu (29/4/2026).

Kejadian ini bermula saat IZ menjalani terapi tumbuh kembang di rumah sakit tersebut. Bocah itu diketahui merupakan anak dengan kebutuhan khusus (hiperaktif) dan datang bersama seorang pendamping.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Riyadi, menjelaskan bahwa setelah sesi terapi selesai, pendamping korban masih melakukan konsultasi dengan terapis. Di saat itulah korban diduga lepas dari pengawasan.

“Korban sempat tidak berada di tempat. Saat dilakukan pencarian, korban tidak ditemukan di area terapi,” ujarnya saat di komfirnasi media ini, Jumat (1/5/2026).

Tak lama kekemudian, lanjutnya, seorang saksi menemukan korban sudah berada di area parkir mobil sisi utara rumah sakit dalam kondisi tergeletak dengan luka serius. Dugaan sementara, korban terjatuh dari lantai atas gedung, meski belum dipastikan apakah dari lantai dua atau tiga.

Korban segera mendapat penanganan medis dan dibawa ke ruang perawatan intensif (ICU). Saat pertama ditemukan, IZ masih dalam kondisi hidup. Namun, kondisinya terus menurun.

Setelah menjalani perawatan selama beberapa jam, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh. Termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Kasus ini pun menjadi sorotan, terutama terkait sistem pengawasan pasien, khususnya anak-anak dengan kebutuhan khusus, di fasilitas layanan kesehatan.