Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SPMB SMP di Surabaya Bakal Pertimbangan 40 Persen Nilai TKA

SPMB SMP di Surabaya Bakal Pertimbangan 40 Persen Nilai TKA
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)
Intinya Sih
  • Dinas Pendidikan Surabaya menetapkan 40 persen nilai Tes Akademik (TKA) dan 60 persen nilai rapor sebagai dasar seleksi jalur prestasi dalam SPMB SMP.
  • Kebijakan ini mengikuti arahan Kementerian Pendidikan untuk menjadikan TKA sebagai indikator mutu pendidikan serta memotivasi siswa meningkatkan kemampuan akademik.
  • Dispendik juga menyiapkan TKA susulan bagi siswa yang berhalangan hadir, memastikan semua peserta memiliki kesempatan sama dalam proses seleksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mempertimbangkan nilai Tes Akademik (TKA) masuk dalam hitungan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) jalur prestasi. Rencananya, 40 persen dari nilai TKA siswa akan digunakan untuk jalur tersebut.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa perubahan ini mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan untuk menjadikan TKA sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Febrina merinci persentase nilai TKA SD yang digunakan untuk SPMB jalur prestasi yakni 40 persen. Sedangkan 60 persen sisanya menggunakan bobot nilai rapor.

“Jadi persentase yang kemarin kita hitung adalah 60 persen untuk nilai raport dan yang 40 persen dari TKA. Dulu 100 persennya adalah nilai rapor sekarang 100 persennya adalah terdiri dari 60 persennya nilai raport dan 40 persennya dari nilai TKA, itu yang akan kita ambil sebagai persentase atau poin untuk jalur prestasi di akademik,” kata Febrina, Jumat (1/5/2026).

Febri menuturkan, pelibatan TKA dalam seleksi SPMB ini bertujuan untuk memotivasi siswa serta memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai mutu pendidikan di Kota Surabaya. Adanya skema ini, diharapkan bisa menjadi tolok ukur mutu pendidikan di Indonesia, khususnya Kota Surabaya ke depannya. “Harapannya TKA bisa semakin menjadi gambaran mutu pendidikan kita semuanya,” sebutnya.

Febri menjelaskan, penentuan proporsi nilai TKA di jalur prestasi berdasarkan kajian dan pembicaraan dengan stakeholder pendidikan. Persentase tersebut dinilai ideal dengan mempertimbangkan proses peserta didik di sekolah. "TKA SD selesai, menunggu hasilnya pada bulan depan," tambahnya.

Febri menambahkan, TKA untuk jenjang SD-SMP sebelumnya telah rampung dilaksanakan. Meski demikian, Dispendik tengah melakukan pendataan ulang bagi siswa yang berhalangan hadir dalam pelaksanaan TKA sebelumnya untuk mengikuti TKA susulan. Dalam pelaksanaan TKA sebelumnya, ada beberapa peserta berhalangan hadir karena sakit. Oleh sebab itu tetap diberikan kesempatan pada 11-19 Mei mendatang.

Dirinya menerangkan, jumlah yang akan mengikuti TKA susulan di jenjang SMP mencapai 60an siswa. Sementara di jenjang SD masih dilakukan updating data. "Nanti suasananya sama dengan tes utama, hanya jumlah siswanya lebih sedikit. Kami ingin memastikan semua siswa tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk mengikuti TKA ini," terangnya.

Mengenai jalur masuk SPMB, ia menyampaikan, masih sama seperti tahun lalu. Yakni afirmasi, domisili, prestasi dan mutasi. "Masih sama dengan tahun yang lalu jalur masuknya," tuturnya.

Di samping itu, Ketua PGRI Surabaya Agnes Warsiati menilai persentase TKA 40 persen di jalur prestasi dirasa telah ideal. Sebab, bobot penilaian yang paling besar harusnya di proses belajar melalui nilai raport sekolah.

"Sudah bagus, memang yang harusnya pembobotan nilai yang paling besar di raport. Karena itu menjadi gambaran proses belajar anak selama di sekolah," paparnya.

Agnes mengungkapkan setelah pelaksanaan TKA dan hasilnya diumumkan data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dinas terkait. Terlebih, sebelum pelaksanaan dinas telah menggelar try out dan pendalaman materi. "Data nilai TKA ini dapat menjadi bahan evaluasi juga untuk kedepanya," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More