Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo Batal Resmikan Museum Marsinah 2 Mei, Nganjuk Justru Lega

Prabowo Batal Resmikan Museum Marsinah 2 Mei, Nganjuk Justru Lega
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Dok. Istimewa.
Intinya Sih
  • Peresmian Museum Marsinah oleh Presiden Prabowo pada 2 Mei 2026 ditunda karena prioritas agenda Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta.
  • Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyebut penundaan ini menguntungkan karena memberi waktu tambahan untuk memaksimalkan persiapan dan menghindari lonjakan pengunjung saat May Day.
  • Pembangunan fisik museum telah rampung dan Pemkab Nganjuk tetap menyiapkan enam kegiatan peringatan May Day, termasuk istighotsah, tabur bunga, serta job fair.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Nganjuk, IDN Times - Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengaku tidak mempermasalahkan batalnya rencana peresmian Museum Marsinah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Mei 2026. Ia bahkan menyebut penundaan tersebut justru menguntungkan dari sisi kesiapan daerah.

Menurut Marhaen, informasi yang diterimanya menyebut Presiden Prabowo akan memprioritaskan agenda Hari Buruh Internasional 2026 di Monas, Jakarta, sehingga peresmian museum kemungkinan dijadwalkan ulang.

“Kalau diundur justru kita juga senang, karena persiapan bisa lebih maksimal,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, waktu peresmian yang berdekatan dengan peringatan May Day berpotensi menimbulkan lonjakan pengunjung. Apalagi, Museum Marsinah diperkirakan akan didatangi peziarah dari berbagai daerah, mengingat momentum ini merupakan peringatan pertama setelah Marsinah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Kalau berdekatan dengan May Day, pasti masih ramai sekali. Nanti kurang fokus,” katanya.

Marhaen memperkirakan peresmian akan digelar pada kisaran 8 hingga 12 Mei 2026, meskipun belum ada kepastian resmi dari pemerintah pusat. Ia menegaskan pihaknya tetap siap menyesuaikan jadwal kapan pun agenda tersebut ditetapkan.

Karena, lanjut Marhaen, pembangunan fisik Museum Marsinah telah rampung. Saat ini, hanya dilakukan penyempurnaan seperti penataan tanaman dan area lahan. “Secara keseluruhan sudah selesai, tinggal penataan saja,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk tetap menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka May Day. Sedikitnya enam agenda disiapkan, antara lain istighotsah, kegiatan buruh berbagi, tabur bunga, hingga job fair yang melibatkan berbagai pihak.

Sebagai informasi, Marsinah merupakan aktivis buruh yang gugur dan kini telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Museum yang dibangun di Nganjuk tersebut diharapkan menjadi simbol perjuangan buruh sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More