Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tuntut Penutupan MBG dan KDKMP, Demo di Malang Sempat Panas

Tuntut Penutupan MBG dan KDKMP, Demo di Malang Sempat Panas
Aksi demonstrasi bertajuk Indonesia Gawat Darurat di depan Kantor DPRD Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Intinya Sih
  • Ratusan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya menggelar aksi di depan DPRD Kota Malang menuntut transparansi APBN, penurunan harga pokok, serta penghentian program MBG dan KDKMP.
  • Mahasiswa menilai pemerintah tidak mendengarkan aspirasi rakyat dan menuding adanya praktik kleptokrasi dalam pemerintahan yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dibanding kesejahteraan masyarakat.
  • Para demonstran memperingatkan akan melakukan aksi lanjutan dengan massa lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera ditanggapi oleh DPRD maupun pemerintah pusat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Malang, IDN Times - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) melakukan aksi bertajuk Indonesia Gawat Darurat di depan Kantor DPRD Kota Malang pada Senin (15/6/2026) sore. Aksi ini sempat memanas karena anggota dewan tidak segera menemui massa aksi. Sempat terjadi aksi saling dorong dan pembakaran ban. Para wakil rakyat akhirnya menemui para demonstran pada pukul 16.15 WIB.

1. Para mahasiswa menyampaikan 5 tuntutan kepada pemerintah

Idntimes.com
Aksi demonstrasi bertajuk Indonesia Gawat Darurat di depan Kantor DPRD Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Presiden Eksekutif Mahasiswa UB, Muhammad Azhar Zidane menyampaikan jika mereka menyampaikan 5 tuntutan dengan 1 grand issue kepada pemerintah. Ia merasa negara sudah masuk masa krisis dan masa kritis, ia juga merasa Indonesia saat ini sudah masuk ke dalam masa gawat darurat.

"Yang pertama, kita menuntut adanya peningkatan efisien dan juga transparansi dalam APBN. Kita memandang jelas saat ini bahan-bahan pokok naik, bahan-bahan harga BBM naik, dan lain-lain sebagainya naik. Karena negara gagalan dalam pengelolaan anggaran. Anggaran negara digelontorkan untuk program-program yang berbasiskan proyek-proyek populis, proyek-proyek yang tidak tepat sasaran," terangnya.

Yang kedua, ia menyampaikan tuntutan agar pemerintah menurunkan harga-harga bahan pokok dan harga BBM saat ini. Menurutnya masyarakat saat ini sedang menangis dan menjerit karena harga bahan-bahan pokok naik. Namun, program-program pemerintah yang menggelontorkan anggaran yang besar luar biasa tanpa adanya evaluasi sama sekali.

"Yang ketiga, kita menuntut dihentikannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program MBG kita memandang bahwa MBG beberapa minggu yang lalu dibuktikan oleh kejaksaan telah melakukan korupsi besar-besaran, korupsi gila-gilaan. Saya hanya mengutip apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo, 'jika ikan kepalanya busuk, badan-badannya pun busuk.' Kami yakin pula kemarin itu hanya segelintir dari kepala-kepala yang busuk, kami ingin menuntut untuk akhirnya kepala-kepala busuk yang lain dituntut dan diusut pula, badan-badannya pun diusut pula," ujarnya.

Keempat, para mahasiswa mendorong agar dwifungsi TNI/Polri dihentikan saat ini juga. Menurut dia, beberapa minggu yang lalu ada upaya memperluas kewenangan TNI/Polri untuk masuk ke ranah sipil lewat RUU Polri dan RUU TNI. Ia melihat jika janji 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan oleh Prabowo-Gibran justru terealisasi untuk TNI/Polri.

"Yang terakhir adalah rangkuman dari semuanya, kami menuntut pemerintahan untuk minta maaf, untuk menyampaikan minta maaf, jangan mengelak! Jangan berlindung. Orang-orang yang kemarin ditangkap BGN), kami yakin itu hanya segelintir orang dari sebuah proyeksi sistem yang memang proyeksi sistemnya sudah korup. Karena kami memandang satu hal, pemerintahan saat ini sudah terjangkit satu gejala, yaitu kleptokrasi yang disampaikan oleh Stanislav Andreski, bahwa apa? Pemerintahan, orang-orang yang berkuasa, bukan untuk rakyat tapi untuk menggemukkan badannya masing-masing dan juga untuk memperkaya dirinya masing-masing," paparnya.

2. Mahasiswa menilai pemerintah saat ini tidak mau mendengarkan aspirasi masyarakat

Idntimes.com
Aksi demonstrasi bertajuk Indonesia Gawat Darurat di depan Kantor DPRD Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Zidane juga merasa kalau pemerintah saat ini sangat-sangat menutup kuping atas apa yang jadi aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, ia memastikan mahasiswa dari seluruh Indonesia akan turun ke jalan,tak terkecuali di Kota Malang.

"Jika rakyat saja sudah tidak didengarkan, maka sebentar lagi kejatuhan rezim ini bisa sangat-sangat terjadi. Maka dari itu orang-orang yang akhirnya ditangkap, orang-orang yang akhirnya diturunkan, itu hanya segelintir, segelintir kecil dari kepala-kepala yang busuk. Kami ingin kepala-kepala busuk lain pun dituntut dan juga diusut pula," ujarnya.

3. Mahasiswa memastikan akan datang lebih banyak jika tuntutan tak diindahkan

Idntimes.com
Aksi demonstrasi bertajuk Indonesia Gawat Darurat di depan Kantor DPRD Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Zidane menuntut agar Anggota DPRD Kota Malang untuk menyampaikan aspirasi mereka. Apalagi tuntutan mereka tak diindahkan, ia memastikan akan lebih banyak mahasiswa yang akan turun melakukan demonstrasi. Ia memastikan akan ada konsolidasi lebih besar dari berbagai macam elemen-elemen masyarakat yang ada di Malang.

"Satu minggu, jika satu minggu terlalu lama, maka 3 hari, bahkan kita ingin 1 hari ini. Jika perwakilan-perwakilan kita tidak keluar, jika para perwakilan-perwakilan kita tidak menemui kita. Karena kita merasa orang-orang yang ada di sini, DPRD-DPRD Kota Malang ini adalah perwakilan kita. Jika itu tidak terjadi, besok pula, malam ini pula kita akan evaluasi, kita akan konsolidasi lebih besar untuk gelombang massa yang lebih besar lagi," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
Faiz Nashrillah
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal

Latest News Jawa Timur

See More