Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kelompok Pesilat Demo di Depan Polrestabes Surabaya, Ini Tuntutannya

Kota Surabaya
Kelompok Pesilat Demo di Depan Polrestabes Surabaya, Ini Tuntutannya
Aksi demo pesilat di depan Polrestabes Surabaya. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Kelompok PSHT menggelar aksi damai di depan Polrestabes Surabaya pada 31 Juli 2026, menuntut penegakan hukum atas dugaan pembacokan dalam bentrok debt collector dan petugas parkir.
  • Koordinator aksi, Bondan, mendesak polisi mencegah premanisme serta mengusut perkara secara transparan, objektif, dan memberikan kepastian hukum bagi para pihak.
  • Bentrok terjadi di kafe Jalan Basuki Rahmat pada 25-26 Juli 2026 saat debt collector hendak menarik mobil tanpa menunjukkan surat, lalu diduga menggunakan senjata tajam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kelompok Pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di depan Polrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026). Mereka menutut agar polisi menegakkan hukum terhadap pelaku pembacokan dalam insiden benttok debt collector vs petugas parkir di Surabaya, Sabtu (25/7/2026) dan Minggu (26/7/2026).

Massa aksi tiba di Mapolrestabes Surabaya sekitar 14.30 WIB. Tiba di titik aksi, mereka langsung menyampaikan aspirasinya.

Kordinator aksi, Bondan saat orasi mengatakan pihaknya mendesak agar aksi premanisme di Surabaya tak terjadi, apalagi sampai menimbulkan korban.

"Jangan sampai ada lagi aksi debt collector yang melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat," ujarnya.

Dalam aksi itu, dirinya juga mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus ini. Ia berharap agar kepolisian bersikap transparan, objektif dan memberi kepastian hukum yang jelas.

"Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut perkara ini secara transparan, objektif, dan menghasilkan kepastian hukum yang jelas," ungkap dia.

Aksi damai ini merupakan buntut dari insiden bentrok antara debt collector (DC) atau mata elang dengan petugas parkir terjadi di Surabaya pada Sabtu (25/7/2026) dan Minggu (26/7/2026). Sejumlah orang dikabarkan mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut awalnya terjadi di kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng Surabaya, Sabtu dini hari DC datang ke kafe tersebut untuk akan menarik mobil milik salah satu pegawai kafe.

Pihak DC tak bisa menunjukkan surat-suratnya. Sehingga, petugas petugas parkir atau vale kafe mencoba untuk memediasi. Sayangnya, di tengah media tersebut, pihak parkir dan DC ada ketersinggungan.

Atas ketersinggungan itu, antara pihak DC dan petugas parkir pun bentrok, mereka saling serang menggunakan tangan. Tapi ternyata, pihak DC diduga membawa senjata tajam sehingga melakukan pembacokan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More