Anyer-Panarukan Segera Disulap Jadi Koridor Wisata Nasional

- Pemkab Situbondo dan Serang menandatangani MoU Anyer–Panarukan 3R untuk mengembangkan Jalan Raya Pos sebagai koridor wisata sejarah lintas daerah.
- Konsep 3R mencakup pelestarian jalan, pengembangan rute wisata, serta penggalian sejarah, budaya, dan identitas masyarakat di sepanjang jalur Anyer–Panarukan.
- Kedua daerah akan menggelar Festival Anyer–Panarukan dan mengajak wilayah lain bergabung, dengan tindak lanjut program lintas sektor pariwisata, budaya, perdagangan, serta komunikasi.
Situbondo, IDN Times - Jalur bersejarah Anyer–Panarukan bakal dikembangkan menjadi koridor wisata lintas daerah. Langkah awal dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo dan Serang untuk menjalankan program Anyer–Panarukan 3R (Road, Route, Roots).
Kerja sama ini menjadi pijakan untuk mengembangkan Jalan Raya Pos peninggalan era Daendels menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, Anyer–Panarukan dipilih karena memiliki nilai sejarah yang sudah melekat di masyarakat Indonesia, namun belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai daya tarik wisata.
"Anyer–Panarukan ini aset besar. Tinggal bagaimana kita menghidupkannya kembali agar menjadi penggerak ekonomi dan branding daerah," ujarnya.
Program tersebut mengusung konsep 3R. Road berfokus pada pelestarian Jalan Raya Pos, Route mengembangkan jalur Anyer–Panarukan menjadi koridor wisata, sedangkan Roots menggali sejarah, budaya, dan identitas masyarakat di sepanjang lintasan tersebut.
Sebagai langkah awal, kedua daerah sepakat menggelar Festival Anyer–Panarukan dalam waktu dekat. Festival itu diharapkan menjadi pintu masuk promosi jalur bersejarah yang menghubungkan ujung barat hingga timur Pulau Jawa.
Tak berhenti di dua daerah, Situbondo juga mengajak kabupaten dan kota lain yang dilintasi Jalan Raya Pos untuk bergabung dalam jejaring Anyer–Panarukan 3R sehingga terbentuk paket wisata lintas daerah.
"Harapannya bukan hanya Situbondo dan Serang. Semua daerah yang dilalui Jalan Raya Pos bisa ikut berkolaborasi," kata Rio.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memastikan MoU tersebut akan ditindaklanjuti melalui program konkret yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari sektor pariwisata, kebudayaan, perdagangan hingga komunikasi dan informasi.
"Tindak lanjutnya akan diwujudkan dalam program nyata yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah," katanya.
Ratu berharap, Jalur Anyer–Panarukan tidak lagi hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah pembangunan Jalan Raya Pos, tetapi juga menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi di sepanjang koridor tersebut.


















