Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perusahaan Ini Membantah Soal Dugaan Pelecehan dalam Rekrutmen Pekerja

Kota Surabaya
3 min read
Perusahaan Ini Membantah Soal Dugaan Pelecehan dalam Rekrutmen Pekerja
Penasehat Hukum PT Hersindo Logistic, Ameski Tanaem. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • PT Hersindo Logistic Surabaya membantah dugaan rekrutmen janggal dan pelecehan seksual, yang viral setelah unggahan Threads menuding permintaan data pribadi berlebihan serta wawancara tidak pantas.
  • Perusahaan menyatakan belum mengetahui detail kejadian, namun meyakini dugaan tindakan dilakukan oknum HRD yang telah mengundurkan diri pada 14 September 2026.
  • PT Hersindo mengaku siap menindaklanjuti laporan korban, belum menerima bukti atau pengaduan, serta telah dimintai keterangan Disperinaker Surabaya terkait dugaan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Perusahaan logistik di Surabaya yang viral diduga melakukan rekrutmen janggal hingga pelecehan seksual kepada pelamar buka suara. Perusahaan bernama PT Hersindo Logistic yang berada di kawasan Kecamatan Pabean Cantian itu membantah telah melakukan rekrutmen tidak sesuai prosedur dan dugaan pelecehan seksual kepada kandidat pelamar.

"Iya, kami membantah, Mbak. Adanya perbuatan tersebut ya (dugaan rekrutmen janggal dan pelecehan seksual)," ujar penasehat hukum perusahaan, Ameski Tanaem ditemui IDN Times di kantor PT Hersindo Logistic, Jumat (18/9/2026).

Ia mengatakan, pihak perusahaan belum mengetahui pasti seperti apa kejadian dugaan pelecehan yang dialami oleh terduga korban. Tetapi, perusahaan meyakini bahwa pelaku adalah seorang pegawai Human Resources Developmen (HRD) yang tidak bertanggung jawab.

"Mengenai kejadian tersebut, kami dari pihak perusahaan itu belum mengetahui secara pasti. Namun hal tersebut yang kami yakini ya, itu dilakukan oleh oknum," ungkap Amseki

Amseki menyebut, terduga pelaku telah mengundurkan diri dari perusahan sejak diri pada Senin (14/9/2026). Tidak diketahui alasan pasti terduga mengundurkan diri. Padahal, terduga belum satu tahun bekerja di perusahaan tersebut.

"Saya kurang tahu alasannya kenapa (mengundurkan diri), karena saya belum membaca surat alasannya," sebut dia.

Mengenai pelamar diminta mengisi data diri lengkap hingga meminta foto sambil memegang fisik KTP, Amseki membantah. Selama ini, proses rekrutmen yang dilakukan perusahaan telah sesuai dengan prosedur yang ada.

"Itu (foto sambil memegang fisik KTP) kalau setahu saya tidak ada, karena di perusahaan ini selama ini ketika rekrutmen seperti itu, ya hanya membawa berkas-berkas seperti itu saja," ungkap dia. Tetapi soal pelamar diminta mengisi dua tautan berbeda, Amseki masih belum bisa mengetahui secara pasti.

Selain itu, ia menyebut bahwa selama berdiri sejak tahun 2012, perusahaan selalu sesuai dengan ketentuan yang ada dan tidak pernah ada laporan soal pelecehan. Terlebih, jumlah perempuan di perusahaan tersebut juga cukup banyak.

Amseki mempersilahkan para pelamar yang pernah menjadi korban untuk melaporkan dugaan pelecehan kepada perusahaan. Perusahaan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Namun sampai sejauh ini, kami belum belum pernah mendapatkan bukti apa pun maupun data-data apa pun maupun ada korban yang melaporkan kepada kami, itu belum ada sampai saat ini. Namun kami bersedia untuk membantu ketika hal tersebut memang benar adanya," tuturnya.

Di hari yang sama PT Hersindo Logistiic juga telah datangi Dinas Perindustian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya. Mereka telah dimintai keterangan oleh Disperinaker mengenai dugaan proses rekrutmen janggal dan adanya dugaan pelecehan seksual.

Diberitakan sebelumnya, unggahan viral di Threads menuding perusahaan logistik di Surabaya meminta data pribadi sangat lengkap, termasuk foto pelamar sambil memegang KTP, melalui dua tautan rekrutmen.

Pemilik akun melaporkan dugaan pelecehan seksual terhadap kandidat perempuan saat wawancara yang berlangsung lebih dari dua jam, dengan modus berbeda terhadap para pelamar.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More