Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SPMB Jatim Tahap 1 Rampung, 54.056 Calon Murid Lolos

SPMB Jatim Tahap 1 Rampung, 54.056 Calon Murid Lolos
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya Sih
  • Sebanyak 54.056 calon murid dinyatakan lolos SPMB Jatim tahap pertama dari total 213.066 pendaftar, terdiri atas 40.786 siswa SMA dan 13.270 siswa SMK.
  • Tahun ini seleksi jalur domisili memakai sistem baru yang menggabungkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik, dengan jarak domisili, usia, serta waktu pendaftaran sebagai penentu tambahan.
  • Pendaftaran tahap kedua dibuka 17–18 Juni 2026 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi dengan kuota khusus bagi keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, serta anak tenaga pendidik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur (Jatim) 2026 tahap pertama melalui jalur domisili resmi berakhir. Dari total 213.066 calon murid yang mendaftar, sebanyak 54.056 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan proses daftar ulang di sekolah tujuan.

Data Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menunjukkan, 40.786 calon murid diterima di SMA Negeri dan 13.270 calon murid diterima di SMK Negeri. Jumlah pendaftar pada tahap pertama tercatat mencapai 111.144 calon murid untuk SMA dan 101.922 calon murid untuk SMK.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.443 calon murid SMA dan 10.506 calon murid SMK berhasil diterima di sekolah pilihan pertama yang mereka ajukan.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengucapkan selamat kepada peserta yang berhasil lolos pada tahap pertama. Ia berharap para calon murid dapat terus mengembangkan prestasi selama menempuh pendidikan di sekolah yang dipilih.

"Selamat kepada calon murid SMA dan SMK yang diterima di tahap 1. Terus tingkatkan prestasi terbaik kalian," ujarnya, Senin (15/6/2026).

Aries menjelaskan, seleksi jalur domisili tahun ini menggunakan mekanisme baru. Penentuan kelulusan tidak lagi semata-mata berdasarkan jarak tempat tinggal dengan sekolah, tetapi mengutamakan nilai akhir yang merupakan gabungan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jika nilai peserta sama, seleksi dilanjutkan berdasarkan jarak domisili, usia, hingga waktu pendaftaran.

Bagi calon murid yang belum lolos, Aries meminta agar tidak berkecil hati. Sebab, masih tersedia sejumlah jalur penerimaan pada tahapan berikutnya. "Masih ada tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Selain itu juga terdapat tahap 3 dan tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK," katanya.

Dindik Jatim juga mencatat masih terdapat sisa kuota di 284 SMA Negeri dan 47 SMK Negeri. Kuota yang belum terpenuhi tersebut akan diisi melalui mekanisme pemenuhan kuota setelah tahap 3 untuk SMA dan setelah tahap 4 untuk SMK.

Pada mekanisme tersebut, peserta dapat memilih tiga SMA atau tiga konsentrasi keahlian di SMK. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai kemampuan akademik, jarak domisili, rata-rata nilai TKA, rata-rata nilai rapor, hingga waktu pendaftaran.

Sementara itu, pendaftaran SPMB tahap kedua akan dibuka pada 17–18 Juni 2026 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Untuk SMA, jalur afirmasi menyediakan kuota 13 persen bagi keluarga tidak mampu, 5 persen untuk anak buruh dari keluarga tidak mampu, 5 persen bagi penyandang disabilitas, serta 7 persen afirmasi berdasarkan nilai akademik keluarga tidak mampu.

Sedangkan pada SMK, kuota afirmasi terdiri atas 7 persen bagi keluarga tidak mampu, 5 persen anak buruh dari keluarga tidak mampu, dan 3 persen bagi penyandang disabilitas. Adapun jalur mutasi menyediakan kuota 2 persen bagi anak guru dan tenaga kependidikan serta 3 persen untuk perpindahan tugas orang tua atau wali. Sementara jalur prestasi hasil lomba dialokasikan 3 persen untuk prestasi nonakademik dan 2 persen untuk prestasi akademik.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More