Kumpulkan Orangtua Atlet, Perbakin Surabaya Buka Aduan Kasus Pelecehan

- Perbakin Surabaya mengumpulkan orangtua atlet setelah muncul dugaan pelecehan terhadap atlet berinisial SD dan membuka hotline untuk laporan kasus serupa.
- Ketua Perbakin Surabaya, Hadi Susilo, meminta orangtua lebih aktif mengawasi anak selama latihan maupun lomba serta melapor jika ada perlakuan tidak pantas.
- Perbakin berencana membentuk latihan terpusat resmi dan memperketat pengawasan, termasuk menambah CCTV di tempat latihan agar kejadian serupa tak terulang.
Surabaya, IDN Times - Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Surabaya mengumpulkan orangtua atlet pasca adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang atlet berinisal SD (15). Perbakin juga membuka hotline yang bisa digunakan orangtua melapor apabila anaknya mengalami hal yang sama.
Pantauan IDN Times, orangtua para atlet dikumpulkan di kantor Perbakin Surabaya, Sabtu (13/6/2026). Mereka mendapat arahan dari pengurus Perbakin agar ikut serta mengawasi anak-anaknya selama latihan.
"Kami menghimbau untuk selalu mengawasi, mendampingi adik-adik murid terutama di waktu pelatihan maupun di waktu lomba," ujar Ketua Perbakin Surabaya, Hadi Susilo.
Sejauh ini, Perbakin belum menerima laporan lain terkait kasus serupa. Tetapi, bila ada yang merasa mendapat perlakuan tak menyenangkan, wali atlet bisa melapor ke Perbakin melalui nomor hotline yang disediakan.
Hadi menyebut , terduga pelaku yakni JL memiliki klub sendiri. Kegiatan latihan di klub milik JL itu pun di luar dari pengawasan Perbakin.
Sehingga, dalam pertemuan tersebut pihaknya juga mengajak wali atlet ikut merumuskan apa saja yang perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Perbakin. Pihaknya berencana membentuk satu latihan terpusat resmi untuk atlet tembak reaksi yang berada di bawah naungan Perbakin sesuai aturan organisasi.
"Kami ingin membentuk suatu pelatihan kota untuk teman-teman atlet Surabaya itu nanti kami rumuskan bersama-sama dengan pengurus yang lain sesuai dengan ADRT Perbakin," ungkapnya.
Tak hanya itu, Perbakin juga sedang menyiapkan langkah-langkah pengetatan pengawasan agar hal serupa tak terjadi lagi. Pengetatan pengasawan itu salah satunya menambah CCTV di tempat latihan.
















