Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Emil Minta Dugaan Keracunan MBG di Kediri Diusut Tuntas

Kota Surabaya
Emil Minta Dugaan Keracunan MBG di Kediri Diusut Tuntas
Wagub Jatim Emil Dardak saat acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
  • Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak meminta dugaan keracunan MBG yang dialami sedikitnya 201 siswa di Kediri diusut tuntas, dengan penanganan kesehatan cepat sebagai prioritas.
  • Dinas Kesehatan Kediri menyelidiki penyebab keluhan mual, muntah, dan pusing, termasuk memeriksa standar operasional SPPG penyedia makanan; kondisi siswa berangsur membaik.
  • Setiap laporan akan menjadi evaluasi BGN terhadap SPPG. Emil mengingatkan informasi media sosial perlu diverifikasi dan menekankan pelaporan cepat dari KPPG serta pemerintah daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur (Jatim) sekaligus Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, meminta dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Kediri diusut hingga tuntas. Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan penanganan kesehatan secara cepat.

Emil mengatakan pemerintah daerah telah meminta seluruh jajaran kesehatan bergerak sigap menangani para siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG. "Posisi pemerintah daerah fokus pertama adalah bagaimana penanganan kepada penerima manfaat. Layanan kesehatan harus benar-benar sigap merespons setiap kejadian luar biasa seperti keluhan yang ada di Kediri," ujarnya Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, Emil mengaku masih berhati-hati menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial. Pasalnya, beberapa informasi yang sempat viral ternyata merupakan kejadian lama yang kembali diunggah.

"Saya perlu hati-hati. Kadang informasi kami dapatkan dari media sosial, padahal setelah dikonfirmasi ternyata itu kejadian lama," katanya.

Emil menjelaskan, setiap laporan dugaan keracunan akan menjadi bahan evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mencontohkan kasus di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, yang disebabkan ayam belum matang akibat kurang cermatnya proses pengolahan makanan.

"Memang ada ketidakcermatan sehingga ayam belum diolah secara maksimal. Ini tentu menjadi dasar bagi BGN untuk mengambil tindakan terhadap SPPG tersebut," bebernya.

Selain itu, Satgas MBG juga mencatat kejadian serupa di SMPN 1 Ploso, Kabupaten Jombang. Saat itu sejumlah siswa mengalami diare dan muntah setelah menyantap menu ayam betutu dan tahu bulat. Namun, penyebab pastinya hingga kini masih dalam proses investigasi.

"Kesimpulannya belum bisa dipastikan makanan mana yang menjadi penyebab karena masih diinvestigasi," ungkap Emil.

Ia pun mengapresiasi pola komunikasi yang dilakukan Kepala KPPG maupun pemerintah daerah yang aktif menyampaikan perkembangan setiap kejadian kepada Satgas MBG. Menurutnya, sistem pelaporan yang cepat menjadi kunci agar langkah penanganan dan evaluasi dapat segera dilakukan.

"Hari ini kami berharap KPPG terus memberikan pembaruan kepada Satgas MBG. Di tingkat kabupaten/kota juga kepala satgas selalu mendapat informasi dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan sesuai sasaran penyaluran MBG," jelasnya.

Sebelumnya, sedikitnya 201 siswa di Kabupaten Kediri dilaporkan mengalami mual, muntah, hingga pusing yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG. Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, termasuk memeriksa standar operasional SPPG yang menyiapkan makanan. Hingga kini, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik.

Share Article
Curated For You
Editorial Team

Related Articles

See More