Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Begini Kondisi Cuaca Laut Jawa Saat KM Virgo Transport 8 Tenggelam

Kota Surabaya
Begini Kondisi Cuaca Laut Jawa Saat KM Virgo Transport 8 Tenggelam
KMP Virgo Transport 8 yang melayani rute Banjarmasin-Surabaya dan mengalami kecelakaan di Laut Jawa. (www.instagram.com/@pt.virgokaryashipping)
  • BMKG menyatakan cuaca di lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada 13 September 2026 cerah hingga berawan, terutama pukul 00.00-02.00 WITA.
  • Analisis BMKG mencatat angin tenggara 15-20 knot, gelombang sedang setinggi 1,5-2 meter, serta arus lemah hingga sedang menuju barat laut.
  • KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin membawa 243 orang; per 14 September, 108 selamat, 6 meninggal, dan 129 lainnya masih dicari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) mengungkap kondisi cuaca Laut Jawa saat Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 tenggelam. Pada Minggu (13/9/2026) cuaca Laut Jawa cerah dan gelombang sedang.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Sugeng Widarko melalui analisis kondisi cuaca mengatakan, saat kapal tersebut tenggelam, cuaca pada 13 September 2026 cerah. Cuaca cerah berlangsung pukul 00.00-02.00 WITA.

"Berdasarkan citra satelit, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian adalah cerah hingga berawan," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Sugeng menyebut, berdasarkan hasil analisis model INACAWO BMKG, menunjukkan terjadinya angin pada kategori sedang hingga kencang dengan kecepatan 15 - 20 knot dominan dari arah Tenggara. Kemudian tinggi gelombang pada kategori sedang dengan ketinggian gelombang 1,5 - 2,0 meter.

"Arus laut pada kategori lemah hingga sedang dengan kecepatan 0,4 - 1,2 knot dominan ke arah barat laut," jelasnya.

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin dilaporkan mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026). Untuk mendukung operasi penyelamatan, tim SAR menurunkan 1 unit helikopter, 3 unit KN Basarnas, 1 unit RIB, 4 unit KRI TNI AL, serta beberapa armada pendukung lainnya.

Berdasarkan data per 14 September 2026, dari total 243 penumpang dan kru, sebanyak 114 orang telah dievakuasi (108 selamat dan 6 meninggal dunia), sedangkan 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More