Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pasca Memakan Korban, Proyek Gorong-gorong di Surabaya Dievaluasi

Pasca Memakan Korban, Proyek Gorong-gorong di Surabaya Dievaluasi
Pasutri terperosok ke gorong-gorong proyek. (Dok. Command Center 112)
Intinya Sih
  • Seorang lansia perempuan berusia 69 tahun meninggal dunia setelah tercebur ke proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, Surabaya, pada Jumat malam 12 Juni 2026.
  • Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya menyatakan proyek tersebut merupakan pengerjaan box culvert milik Pemkot dan kini menunggu hasil kronologi resmi dari kepolisian.
  • Pemerintah Kota Surabaya akan mengevaluasi proyek dengan menambah pembatas jalan, penerangan, serta meninjau kinerja konsultan pengawas dan kontraktor agar kejadian serupa tidak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Usai peristiwa seorang lansia perempuan L (69) tewas tercebur proyek gorong-gorong pemerintah, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya bakal melakukan evaluasi. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada sepasang lansia berinisal E (65) laki-laki dan L (69) perempuan pada Jumat (12/6/2026) malam.

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah Hidayat memastikan, memastikan bahwa proyek tersebut merupakan pengerjaan box culvert milik Pemerintah Kota Surabaya.

Saat ini pihaknya ini masih menunggu hasil kronologi resmi dari polisi apa yang sebenarnya terjadi. Sebab, kronologi kecelakaan disebut masih simpang siur.

"Ada yang ngomong dia motong mobil, dia dari timur motong mobil, terus mari ngono menggok ke arah selatan lalu ngebut. Ada yang ngomong dia nabrak bariyer. Ada terus kita tadi ke sana juga teman-teman ke sana dia bilang itu bariyer yang kurang rapat," ujar Hidayat, Sabtu (13/6/2026).

Setelah kejadian itu, pihaknya akan menambah pengamanan seperti pembatas jalan berupa water barier di proyek gorong-gorong. Penerangan di sekitar lokasi juga bakal ditambah.

"Kami melihatnya harus ada evaluasi jadi nanti kami akan menambahkan bariere jadi dirapatkan terus nanti dikasih selang, selang yang ada itu loh Pak, ada lampunya itu loh, terus selang ada lampunya, terus kita kasih lampu-lampu juga mengingat bahwa ini ada kegiatan proyek gitu loh," jelas Hidayat.

"Dan konsultannya pengawas proyek pun kami evaluasi dengan pihak kontraktornya," pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sepasang suami istri terjatuh di dalam proyek gorong-gorong Jalan Margorejo Indah, Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jumat (12/6/2026) malam. Satu orang, yakni sang istri meninggal dunia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Linda Novanti mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.08 WIB. Saat itu pasangan suami istri lansia bernama E (65) dan L (69) sedang mengendarai sepeda motor.

"Petugas tiba di lokasi mendapati satu korban masih berada di bawah gorong-gorong tim Gabungan menyesuaikan proses evakuasi setelah dilakukan pengecekan medis," ujar Linda, Sabtu (13/5/2026).

Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati, sebab salah satu korban berada di gorong-gorong. Satu korban yakni sang suami E dalam keadaan sadar hanya mengalami syok.

"Satu korban lagi (L) dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RS Bhayangkara," ungkap Linda.

Setelah proses evakuasi, kedua korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sementara kendaraan korban dibawa ke Polsek Wonocolo.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More